
FAJARNUSANTARA.COM- Reses Masa Persidangan I Tahun sidang 2022-2023 DPRD Kabupaten Sumedang, dimanfaatkan dengan baik oleh Warson Mawardie di Fraksi Gerindra terjun langsung kelapangan dan kali ini bertatap muka dengan para petani Desa Jatiroke dan Jatimukti. Senin 6 November 2023.
Reses berlangsung di saung Forum Komukasi Gunung Geulis Desa Jatiroke Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang Provinsi Jawa Barat, puluhan petani langsung menyampaikan apa apa saja yang dikeluhkan dan anggota DPRD Kabupaten Sumedang sangat serius menanggapinya.
Menurut Anggota DPRD Kabupaten Sumedang Fraksi Gerindra Warson Mawardie mengatakan, Alhamdulillah, pada hari ini, kami sebagai para legislator berhasil melaksanakan kegiatan reses di masa sidang pertama tahun 2022-2023.
” Kegiatan ini merupakan wujud dari komunikasi dan silaturahmi dengan kelompok tani yang berada di dua wilayah desa, yaitu Desa Jatiroke dan Jatimukti. Para kelompok tani ini adalah penggarap dari tanah kahatex,” ujarnya.
Politisi Partai Gerindra Warson menuturkan bahwa, sebagian dari mereka memiliki tanah sendiri, dan tentunya harapan kami agar masyarakat penggarap ini dapat meraih kesejahteraan.
“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat di sekitar Gunung Geulis tidak melewatkan peluang untuk memanfaatkan lahan yang ada. Penting untuk mempertimbangkan perawatan terkait Rencana Tata Ruang Pertanian (RPTH) yang berlaku di HT ini,” paparnya.
Dikatakan Anggota DPRD Kabupaten Sumedang menyampaikan bahwa, pihaknya berharap agar pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap masalah ini di masa yang akan datang.
“Saat ini, kami telah menerima informasi terkait kebakaran lahan yang terjadi beberapa waktu lalu di wilayah Gunung Geulis. Kebakaran ini telah menghanguskan sejumlah hektar tanah,” tandasnya.
Lebih lanjut Warson mengimbau, kepada para penggarap dan kelompok tani agar lebih proaktif dalam mencegah kebakaran semacam ini di masa yang akan datang.
Para kelompok tani telah menyampaikan berbagai usulan terkait dengan pupuk bersubsidi, kartu tani yang hilang, dan masalah lainnya.
“Kami berharap agar usulan-usulan ini dapat terealisasi oleh Dinas terkait dan dapat membantu usaha tani dalam mendekatkan diri kepada petani di wilayah Desa Jatiroke dan Jati Mukti,” imbuhnya.
Lalu kata ia, saat ini, luas tanah yang dikelola oleh para penggarap mencapai sekitar 15 hektar, dengan rencana penambahan hingga 20 hingga 25 hektar untuk tanaman kopi.
“Kegiatan reses ini merupakan salah satu upaya kami untuk memastikan hal-hal penting terwujud di masa depan. Kami berharap agar apa yang telah kami diskusikan hari ini dapat terealisasi dengan baik,” pungkasnya.(smbs)**







