Uncategorized

Refleksi Hari Aids melalui pembinaan di Saka Bakti Husada

Oleh : Ismail Farid S.Pd, .MPd.I
Sekretaris Kwarran Cimalaka

Peringatan Hari AIDS Sedunia tanggal 1 Desember dijadikan momentum untuk memperkuat kolaborasi dan meningkatkan solidaritas, sehingga 9 tahun mendatang target Indonesia Bebas  AIDS bisa tercapai.

Sebelum membahasa yang lain. beginilah cara masuk HIV ke dalam tubuh manusia, Virus HIV bisa masuk dalam tubuh manusia melalui beberapa cara seperti akibat hubungan seksual, melalui ASI, jarum suntik, donor darah, dan transplantasi organ. Infeksi HIV akan menyerang sel CD4 atau sel yang sangat berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh manusia. Dalam dunia medis, sel CD4 juga kerap disebut sebagai limfosit atau sel darah putih atau sel-T. Sayangnya, virus HIV bukan hanya menyerang sel CD4, tetapi juga berusaha untuk menghancurkannya.

Secara garis besar, sel T atau limfosit akan digunakan oleh virus HIV untuk menyebarkan dan menginfeksi seluruh bagian tubuh manusia. Proses penyerangan dan penghancuran sel-T oleh virus HIV sering juga disebut oleh siklus hidup HIV (HIV life cycle). Kemudian, virus HIV ini menginfeksi tubuh manusia melalui beberapa tahapan berikut:
• Binding. Pada tahap ini virus akan dengan mudah menempel sendiri pada permukaan sel CD4. Hal ini bisa lantaran virus HIV juga memiliki protein, sehingga sel-T dengan mudah menerima virus HIV untuk masuk ke dalam selnya.
• Fusion. Di tahap ini, virus HIV akan dengan mudah bergabung dengan membran sel CD4. Hal ini karena virus HIV berusaha menduplikasi gen yang dimiliki manusia.
• Reverse Transcription. Virus HIV juga memiliki gen RNA dan berusaha menduplikasi gen DNA yang dimiliki manusia. Pada proses ini, akan memungkinkan virus HIV memasuki inti sel-T dan bergabung dengan materi genetik selnya.
• Integration. Pada tahap ini, virus HIV akan melepaskan dan memasukan DNA HIV ke dalam sel inang. Tanpa disadari saat sel berusaha memproduksi protein baru, sel tersebut akan menghasilkan dan membuat sel HIV yang baru.
• Replication. Usai virus HIV menjadi ‘bagian’ dari sel darah putih atau limfosit, maka virus tersebut akan memanfaatkan sel-T sebagai alat untuk memproduksi lebih banyak lagi virus HIV.
• Assembly. Pada tahap ini, virus HIV yang tanpa disadari telah diproduksi oleh sel CD4 akan pindah ke permukaan sel. Mereka kemudian berkumpul dengan berbagai virus lainnya yang belum matang atau masih dalam proses pertumbuhan. Ingat, virus HIV yang bisa menyerang sel tubuh lainnya adalah virus yang sudah dewasa.
• Budding. Virus ini akan melepas enzim yang dimiliki virus HIV. Virus yang sudah matang atau dewasa, kemudian akan menjangkiti atau menularkannya pada sel CD4 lainnya.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2020) mengungkapkan bahwa dari data yang dikumpulkan oleh Dinas Kesehatan Provinsi dan SIHA (Sistem Informasi HIV/AIDS), kelompok usia yang paling banyak mengidap HIV/AIDS adalah kelompok usia produktif, yaitu usia 25-49 tahun. Karena belum ada obat untuk menyembuhkan HIV/AIDS secara tuntas, ODHA harus mengonsumsi Antiretroviral Therapy (ART) seumur hidup untuk mencegah pengembangbiakkan HIV sehingga sel imun tubuh dapat bertahan lebih lama.

HIV/AIDS menjadi salah satu epidemi global paling mematikan pada tahun 1980-an karena menyebabkan kematian ribuan orang. Maka dari itu, sejak tahun 1988, WHO menetapkan tanggal 1 Desember sebagai Hari AIDS Sedunia. Hal ini menjadi kesempatan penting untuk menggalang solidaritas melawan HIV/AIDS, meningkatkan kesadaran masyarakat perihal HIV/AIDS, mendukung ODHA yang sedang berjuang, serta mengenang perjuangan ODHA. Peringatan ini juga dimanfaatkan untuk menghilangkan diskriminasi masyarakat awam terhadap ODHA.  

Jumlah kasus orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, terus meningkat. Tercatat pada tahun 2015 ada 41 kasus, dengan jumlah kematian 1 orang. Pada tahun 2016 tercatat 67 kasus, dengan jumlah kematian 2 orang. Pada tahun 2017 ada 100 kasus dengan jumlah kematian 4 orang dan pada tahun 2018 tercatat 60 kasus dengan jumlah kematian 4 orang.

Di Indonesia, hingga 2018, pengidap HIV pada anak dan remaja (di bawah 19 tahun) terus bertambah, mencapai 2.881 orang. Jumlah tersebut meningkat dari tahun 2010, yaitu sebanyak 1.622 anak terinfeksi HIV Secara umum, cara penularan enam dari sembilan kasus pada kelompok usia 15-19 tahun adalah melalui aktivitas seksual di kalangan homoseksual atau biseksual.

Pencegahan melalui pembinaan saka Bakti Husada

Saka Bakti Husada yang dibina langsung oleh puskesmas mempunyai program pembinaan kepada para anggota pramuka, dan mempunyai kewajiban menyampaikanya kembali kepada teman-temannya melalui langsung atau lewat media.
Pembinaan dilaksanakan melalui latihan terpadu di puskesmas selama 2 minggu sekali kepada sekitar 70 orang anggota.

Dengan pramuka masuk bakti husada ini sedikit banyak akan membawa hasil yang positif bagi penanggulangan HIV /AIDS di Kabupaten Sumedang Khusunya di Cimalaka.

Dodi Partawijaya

Dodi Partawijaya aktif sebagai seorang jurnalis dimulai sejak berdirinya Fajar Nusantara. Selain aktif di dunia jurnalis, Dodi juga aktif di ormas kepemudaan Islam dan juga berbagai organisasi lainnya. Jaringannya yang luas, membuatnya mampu berkontribusi untuk memberika ide dan gagasan melalui tulisan di Fajar Nusantara.
Back to top button