FAJARNUSANTARA.COM- Polres Sumedang bekerja sama dengan Gelap Nyawang Nusantara (GNN) menyelenggarakan kegiatan penanaman pohon di Desa Cikondang, Kecamatan Ganeas, Kabupaten Sumedang.
Aksi ini mendapat dukungan penuh dari Forkopimcam Ganeas dan Pemerintahan Desa Cikondang. Jum’at 19 Januari 2024.

Dalam pantauan fajarnusantara.com, Pejabat Tinggi Utama (PJU) Polres Sumedang terlihat turut serta dalam aksi penanaman pohon, didukung oleh Koramil1001/ Sumedang Utara dan anggota GNN, bersatu dengan masyarakat Desa Cikondang serta Aparatur Desa dan Forkopimcam Ganeas.
Mereka melakukan penanaman pohon sepanjang bantaran sungai Cikoneng, dengan total tiga ratus pohon sebagai langkah awal.
Kapolres Sumedang, AKBP. Joko Dwi Harsono, menyampaikan bahwa Sumedang berada di daerah rawan bencana dan perlu waspada bersama.
“Merawat dan menghijaukan kembali area sekitar hutan serta lahan gambut menjadi langkah untuk meminimalisir bencana,” ujarnya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program mendukung pemerintah dan mengantisipasi bencana di Kabupaten Sumedang.
“Hari ini kita menanam 300 pohon, namun seremonial tidak cukup, kita harus merawatnya agar pohon tumbuh berkembang,” tambahnya.
Kapolres Sumedang menegaskan bahwa kegiatan ini akan berkelanjutan dengan melibatkan wilayah lain.
“Kondisi alam akan diidentifikasi, dan jika perlu, akan dilakukan penanaman pohon di wilayah tersebut.” tegasnya
Saat musim penghujan, Kapolres mengajak masyarakat Sumedang untuk saling mengingatkan dan membangkitkan kepedulian menjaga alam.
“Bah Asep Riyadi, pembina Gelap Nyawang Nusantara, menekankan filosofi tentang lingkungan, yakni tidak hanya mengambil dari alam, tetapi juga berbakti kepada alam,” katanya.
Pembina GNN bersama Ketua GNN Anwar Hidayat berkomitmen untuk terus melakukan penanaman pohon demi Sumedang yang hijau.
“Mereka mengapresiasi kerjasama dengan Polres Sumedang dan mendorong pemerintah untuk lebih gencar dalam upaya ini,” tandasnya.
Kendati demikian, GNN berencana melanjutkan aksi penanaman pohon di wilayah Sumedang yang dianggap tidak produktif atau gambut.
Namun, mereka menekankan pentingnya peran masyarakat sekitar dalam merawat pohon yang telah ditanam agar manfaatnya dapat dirasakan dalam 2-3 tahun ke depan.**







