AgamaDaerah

Nyoreang Mangsa Katukang, Sumedang Gali Makna Kepemimpinan Pangeran Soegih

FAJARNUSANTARA.COM- Dalam sambutannya, atas nama diri pribadi dan Pemerintah Kabupaten Sumedang, Herman menyambut hangat kedatangan Dr. H. Maulana Al-Habib Muhammad Luthfi Bin Yahya, dengan harapan besar bahwa Habib Luthfi akan berbagi ilmu yang berharga untuk memperkuat masyarakat Sumedang dalam menghadapi masa depan.

“Mudah-mudahan Habib hari ini bisa mencurahkan ilmunya untuk menguatkan masyarakat Sumedang sebagai bekal buat kita untuk menyongsong masa yang akan datang,” ucapnya dengan tulus.

Herman juga mengajak ribuan jemaah yang hadir dalam acara tersebut untuk bersama-sama merenungkan makna kepemimpinan Pangeran Soegih.

Ia mengingatkan agar semua dapat mengambil hikmah dari perjalanan hidup sang Pangeran.

“Mari kita sama-sama ambil hikmahnya, pertama kita berdoa untuk Almarhum Pangeran Soegih. Yang kedua kita ambil semangat Pangeran Soegih sebagai inspirasi dalam menjalankan tugas pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan,” tuturnya.

Herman menjelaskan bahwa inti dari peringatan Haul Akbar adalah nyoreang mangsa katukang, yaitu kesempatan bagi masyarakat Sumedang untuk bersama-sama menggali pemahaman tentang kepemimpinan Pangeran Soegih yang melegenda.

“Kita pertama-tama bersama-sama mendoakan semoga Almarhum Pangeran Soegih mendapatkan tempat yang layak. Sebagai generasi penerus di Sumedang, tugas kita adalah memperkuat warisan yang telah ditinggalkan, yakni menguatkan kembali Sumedang Larang,” ujarnya dengan penuh semangat.

Menurut Herman, Sumedang Larang telah memiliki reputasi yang gemilang sejak zaman dahulu.

“Pada tahun 1800, Sumedang sudah dikenal di seluruh dunia. Oleh karena itu, kita sebagai keturunan harus bertekad untuk menjadi lebih baik daripada para pendiri Sumedang. Inilah yang dimaksud dengan nyoreang mangsa katukang,” katanya.

Herman juga mengajak semua untuk ngaji diri kiwari, yang artinya memahami situasi saat ini. Ia menegaskan bahwa keadaan Kabupaten Sumedang saat ini tidak jauh berbeda dengan masa kepemimpinan Pangeran Soegih.

“Dibandingkan dengan masa lalu, Sumedang saat ini berada dalam kondisi yang lebih baik. Ini berkat kepemimpinan yang telah teruji dari Bapak Dony Ahmad Munir,” jelasnya.

Dengan keyakinan yang kuat, Herman menyatakan bahwa penyelenggaraan Haul Akbar ini adalah bukti kebanggaan masyarakat Sumedang terhadap jejak kepemimpinan Pangeran Soegih yang memiliki tapak lacak.

“Dan alhamdulillah, saat ini Sumedang telah mencapai prestasi gemilang, menjadi Kabupaten dengan kinerja terbaik di Jawa Barat dan Indonesia. Ini adalah hasil dari dukungan dan kerja keras seluruh masyarakat Sumedang yang harus kita syukuri bersama,” tegasnya.**

Enceng Syarif Hidayat

Enceng Syarif Hidayat adalah seorang jurnalis yang aktif liputan di Sumedang, Jawa Barat. Enceng mengawali karirnya di dunia jurnalistik dimedia lokal online Sumedang. Liputan utamanya di wilayah Barat Sumedang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button