Ekonomi

Meski Libur Imek, Kang Maman Tetap Semangat Pantau Penyaluran Bansos di Pamulihan

PAMULIHAN – Anggota Komisi VIII DPR RI, KH Maman Imanulhaq, melakukan kunjungan kerja (Kunker) dengan memantau proses penyaluran BPNT di Kecamatan Pamulihan.

Kedatangan Kiai Maman disambut Camat Pamulihan, Kapolsek Pamulihan, Koramil, Dinsos Sumedang, Bank BRI Unit Pamulihan dan Cabang Sumedang, serta para Penyuluh PKH, TKSN, dan anggota dewan dari PKB, Dadi Sopandi dan Herman Habibullah.

Meski tengah libur Imlek, Kiai Maman secara simbolis menyalurkan bantuan sosial Program Keluarga Harapan, TKSN, dan masyarakat di Kecamatan Pamulihan Sumedang.

“Meski hari ini tanggal merah, kegiatan saya tidak boleh libur melayani masyarakat. Bertatap muka dengan warga tentunya memberikan energi lebih kepada diri saya untuk terus berjuang,” ujar Kiai Maman, Selasa (1/2).

Didepan masyarakat penerima manfaat, Kiai Maman mengajak semua untuk berdoa Rajab serta mengingatkan kembali soal prokes dan pentingnya partisipasi masyarakat dalam program-program bantuan sosial.

“Saya juga berterima kasih kepada PKH, TKSN, BRI, dan agen-agen Link BRI yang membuat proses pencairan bansos menjadi lancar,” kata Kiai Maman.

Kiai Maman menegaskan, negara akan selalu hadir untuk meringankan beban masyarakat apalagi di tengah himpitan ekonomi sebagai dampak pandemi Covid-19 yang memukul perekonomian Indonesia.

“Kami menyaksikan langsung penyerahan bantuan kepada kelompok masyarakat penerima manfaat oleh Dinas Sosial Kabupaten Sumedang. Saya lihat tingkat transparansinya bagus, termasuk pola komunikasinya, saya tanya, misalnya, para petugas Bagaimana cara mengkomunikasikannya, lalu bagaimana mereka bisa mencairkannya dan semua saya saksikan bahwa program ini berjalan dengan baik,” tambahnya.

Menurutnya, masyarakat pun diharapkan ikut berpartisipasi validasi data agar di tahun selanjutnya yang belum mendapatkan bantuan, bisa menerima bantuan.

“Untuk validasi data kita terus melakukan perbaikan, bahkan ada yang kontak langsung, misalnya ada orang yang membutuhkan bantuan langsung, tetapi tidak terinput didata. Nah itu bisa langsung lewat pusat. Tapi sekali lagi ini memang harus hati-hati juga, karena validasi data ini harus juga sepengetahuan aparat yang di bawah baik itu kepala desa, camat termasuk dinas sosial kabupaten jadi tidak asal-asalan nyetorin data,” katanya.

Bantuan tersebut, lanjut ia, berupa uang tunai yang berfariative yakni Rp200 ribu, sampai Rp600 ribu.

“Bantuannya ada yang dua ratus ribu, ada juga yang kuotanya lebih karena tidak diambil berbulan bulan, dan saya perhatikan, semuanya berjalan lancar,” ujarnya.

Ia berharap, Kabupaten Sumedang harus menjadi percontohan sebagai penyaluran bantuan yang aman serta tranfaransi.

“Bagaimana pengelolaan dana bantuan itu transparan, lebih melibatkan masyarakat kata kunci saya adalah partisipasi masyarakat itu menjadi sangat penting,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Cabang Bank Sumedang Bayu Adityo mengatakan, BRI sebagi Bank pemerintah yang menyediakan sarana untuk penyaluran dan pencarian bantuan sosial.

“Pencairan hari ini untuk BPNT, kita menyediakan alat dan mendata serta mendatangkan agen BRI-Link atau E-warung untuk sarana pencairan dan pendistribusian bantuan tersebut,” ucapnya.

Menurutnya, pihaknya tetap sinergi dengan Dinsos Sumedang serta bersama para tenaga pendamping Dinsos untuk kelancaran pendistribusian bantuan.

“Kita terus berkoordinasi secara intens dengan para pihak terkait penyaluran, memperlancar proses pencarian bansos dari pemerintah dengan alat yang optimal.
Saya berharap masyarakat semakin sejahtera ekonomi kembali pulih pasca pandemi COVID-19,” tutupnya.

Enceng Syarif Hidayat

Enceng Syarif Hidayat adalah seorang jurnalis yang aktif liputan di Sumedang, Jawa Barat. Enceng mengawali karirnya di dunia jurnalistik dimedia lokal online Sumedang. Liputan utamanya di wilayah Barat Sumedang.
Back to top button