AgamaDaerahPemerintahan

Lift Pertama di Masjid Ciromed, Akses Ibadah Ramah Lansia dan Disabilitas Identitas Kegiatan

FAJARNUSANTARA.COM— Pemerintah Kabupaten Sumedang meresmikan fasilitas lift pertama di lingkungan Masjid Raya Ciromed atau Masjid Merci, Jumat, 23 Januari 2026. Kehadiran lift dan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) itu menjadi terobosan aksesibilitas ibadah, khususnya bagi lansia, penyandang disabilitas, dan pengguna jalan lintas yang singgah untuk beribadah.

Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir meresmikan langsung fasilitas lift dan JPO Masjid Raya Ciromed yang berlokasi di belakang SPBU Al Ma’soem Ciromed, Desa Kutamandiri, Kecamatan Tanjungsari. Peresmian itu berlangsung bertepatan dengan peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW serta menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati didampingi Wakif Keluarga Besar almarhum H. Masoem, Prof. Dr. Ir. H. Ceppy Nasahi Masoem. Sejumlah pejabat daerah turut hadir, di antaranya Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat, Camat Tanjungsari, keluarga besar H. Ma’soem, jajaran direksi PT Ma’soem Group, serta mantan Bupati Sumedang H. Misbach.

Baca Juga :  Sumedang Resmikan Smart Pole, Tiang Pintar Pertama di Indonesia

Bupati Dony menegaskan, pembangunan lift dan JPO bertujuan meningkatkan kenyamanan dan kemudahan akses menuju masjid yang berada di kontur tanah lebih tinggi dari jalan raya dan SPBU.

“Masjid Raya Ciromed posisinya lebih tinggi dari jalan. Dengan adanya lift ini, jemaah tidak perlu lagi naik tangga, terutama lansia dan penyandang disabilitas,” kata Dony.

Lift tersebut menghubungkan area bawah di belakang SPBU langsung menuju lahan parkir hingga pelataran masjid. Sementara JPO menjadi jalur aman bagi pejalan kaki yang datang dari area SPBU menuju masjid, sekaligus melindungi jemaah dari hujan dan panas.

Baca Juga :  Wabup Sumedang Instruksikan Penertiban PKL di Jatinangor–Cimanggung, Beri Tenggat Sepekan

Menurut Dony, Masjid Raya Ciromed selama ini menjadi tempat singgah favorit pengguna jalan lintas antarkota. Karena itu, fasilitas pendukung ibadah harus dirancang ramah bagi semua kalangan.

“Kami berharap fasilitas ini memberi manfaat besar dan semakin memakmurkan Masjid Raya Ciromed,” ujarnya.

Sementara itu, Prof. Dr. Ir. H. Ceppy Nasahi Masoem menuturkan, Masjid Raya Ciromed memiliki nilai sejarah penting karena merupakan bagian dari perjuangan sosial dan keagamaan almarhum ayahnya, H. Masoem.

“Dulu kawasan Ciromed dikenal sebagai lokalisasi. Berkat kedermawanan almarhum ayah saya, dengan dukungan Bupati Sumedang saat itu, H. Misbach, kawasan ini berubah menjadi pusat ibadah,” kata Ceppy.

Ia menyatakan, pengembangan lift dan JPO merupakan bagian dari upaya melanjutkan cita-cita almarhum H. Masoem agar Masjid Raya Ciromed menjadi masjid yang inklusif dan terbuka bagi semua lapisan masyarakat.

Baca Juga :  Angin Puting Beliung Terjang Tanjungsari, Puluhan Rumah Warga Rusak

“Dengan lift ini, akses menuju masjid jauh lebih mudah, khususnya bagi lansia. JPO juga sudah beratap sehingga jemaah tidak khawatir kehujanan,” ujarnya.

Ceppy berharap Masjid Raya Ciromed dapat terus berperan sebagai pusat ibadah dan syiar Islam, terutama saat Ramadan dan musim arus mudik.

“Setiap musim mudik, masjid ini selalu dipadati pemudik. Karena itu, kenyamanan dan aksesibilitas menjadi kebutuhan utama,” pungkasnya.

Kehadiran lift pertama di Masjid Raya Ciromed menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sumedang dan keluarga wakif dalam menghadirkan fasilitas ibadah yang ramah, inklusif, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat modern tanpa meninggalkan nilai historis dan spiritual masjid.***

Enceng Syarif Hidayat

Enceng Syarif Hidayat adalah seorang jurnalis yang aktif liputan di Sumedang, Jawa Barat. Enceng mengawali karirnya di dunia jurnalistik dimedia lokal online Sumedang. Liputan utamanya di wilayah Barat Sumedang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button