DaerahKesehatan

Kuota Vaksin Perlu Ditambah, Dewan di Sumedang Sebut Target 70 Persen Masih Jauh

FAJARNUSANTARA.COM, SUMEDANG – Program vaksinasi dalam rangka menanggulangi covid-19, dinilai masih jauh dengan target 70 persen warga yang tervaksin. Seperti dikatakan Anggota Komisi IV DPRD Sumedang, Deni Agus Setiawan, S.T.

Menurutnya, pemerintah pusat perlu menambah lagi kuota vaksin yang didistribusikan agar mempercepat tercapainya target 70% warga yang tervaksin. Dengan cara penambahan kuota, herd immunity (kekebalan kelompok) dapat segera terbentuk.

“Warga yang sudah divaksin belum mencapai 15 persen. Jumlah ini masih jauh dari target yang diharapkan,” tuturnya disela meninjau pelaksanaan vaksin tahap pertama, di Desa Padanaan Kecamatan Paseh Kabupaten Sumedang, Kamis (5/8/2021) lalu.

Baca Juga :  Wakil Bupati Sumedang Buka PGSD Funfest Edufair, Tekankan Edukasi Pengelolaan Sampah dan Isu Sosial

Menurut aleg dari PKS itu, saat ini antusiasme masyarakat untuk ikut vaksinasi, semakin meningkat. Apalagi dengan surat keterangan vaksin, dapat salahsatu syarat keberangkatan. Seperti terlihat di Desa Padanaan Kecamatan Paseh yang mendapatkan kuota sebanyak 200 dosis vaksin.

Baca Juga :  DBHCHT Sumedang 2025 Difokuskan untuk JKN dan Penguatan Layanan Kesehatan

“Banyak yang membutuhkan suntik vaksin. Tahap pertama di Desa Padanaan ini terdapat warga yang tidak mendapat bagian untuk disuntik vaksin. Kuotanya dapat 200 dosis tapi warga yang datang sampai 270 orang,” tuturnya.

Deni menambahkan, adanya warga yang datang untuk suntik vaksin dan tidak mendapat jatah vaksinasi juga terjadi di Desa Paseh Kaler Kecamatan Paseh. Dimana untuk tiap desanya, mendapat kuota sebanyak 200 dosis vaksin.

Baca Juga :  Reses Unik, Riki Kadarsyah Soroti Penyerapan Tenaga Kerja Lokal hingga Lahan PJKA di Cipacing

“Di Desa Paseh Kaler juga sama, jatahnya 200 vaksin. Warga yang datang melebihi kuota yang ada,” sebutnya.

Meningkatnya antusiasme warga, lanjut dia, selain dari surat keterangan vaksin menjadi salahsatu syarat keberangkatan dan lainnya, karena banyaknya informasi yang didapat dari berbagai media. Termasuk, gencarnya sosialisasi yang dilakukan satgas covid-19 tingkat desa dan maupun kecamatan. (**)

Back to top button