FAJARNUSANTARA.COM,- Ketua KPU Kabupaten Garut Dr.Juanidin Basri jadi Narasumber dalam acara Talar Nular bersama Radio Komunitas Suara Leles, yang digelar di GOR Haruman Leles Kecamatan Leles Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat. Minggu 29 Januari 2023.
Tema yang diambil dalam acara tersebut cukup menggigit “Memangnya Suara Pelajar di Dengar” serta “Peran Pemilih Pemula dalam Menentukan Arah Bangsa”.
Sementara menurut Ketua KPU Kabupaten Garut Dr.Junaidin Basri, saat di wawancara wartawan fajarnusantara.com, usai jadi Narasumber dalam kegiatan tersebut mengatakan, pemilih milenial adalah pemilih yang potensial.
“Disatu sisi orang mengatakan pemilih milenial partisipasinya rendah, faktanya mereka lebih melek terhadap isu-isu politik yang berkembang,” ujarnya.
Ketua KPU Garut menuturkan, jika kita lihat yang berkaitan dengan kebijakan politik kaum milenial paling ngotot dan lantang koreksi termasuk didalam akun resmi KPU juga, artinya mereka lebih peduli daripada yang lain.
“Kehadiran kaum milenial pemilih pemula yang begitu potensial, ini harus menjadi sorotan utama, kita harus kerjasama dengan Dinas Kependudukan jangan sampai mereka tidak terdaptar dalam sistem kependudukan,” tandasnya.
Dikatakan Junaidin Basri, jika mereka tidak terdaftar di Dinas Kependudukan otomatis tidak bisa dimigrasikan ke dalam sistem daftar pemilih tetap, karena mereka tidak memiliki Identitas.
Jadi saya berharap, Disdukcapil harus aktif dalam melakukan perekaman, karena ini memerlukan kerjasama semua pihak, supaya pemilih pemula memiliki kartu tanda kependudukan elektronik,
Kendati demikian, KPU juga dalam Setiap tingkatan mulai dari PPS sampai keatas harus berpartisipasi guna, mendata warganya untuk bisa mendaftarkan diri menjadi pemilih.
“Kalau untuk PPK jelas ya, kalau KPU bekerjanya tidak ada hari libur, makanya hari Minggu saya ngecek integritasnya harus 24 jam, dalam pekerjaan tidak menunggu KPU itu harus melayani, dan KPU itu tidak boleh dilayani,” pungkasnya.(SH)***







