
Kekeliruan Penyebutan Haid, Istihadoh dan Isti’adah, Bedanya Apa Sih?
Penulis: Arcturus♥Jibril
Sebagai perempuan, kita tentu akrab dengan yang namanya haid. Hampir setiap bulan datang “tamu rutin” ini, membawa cerita, rasa, dan tentu saja aturan syariat tersendiri. Dalam Islam, haid tidak dipandang sebagai sesuatu yang hina, melainkan fitrah dan tanda kasih sayang Allah kepada perempuan.
Namun, ada juga istilah lain yang sering tertukar: istihadhah. Bahkan ada yang keliru menyebutnya isti‘adah. Nah, biar tidak bingung lagi, yuk kita luruskan bersama.
Apa itu Haid?
Haid adalah darah alami yang keluar dari rahim perempuan pada waktu-waktu tertentu setiap bulannya, biasanya 6–7 hari, bisa lebih pendek atau panjang. Saat haid, perempuan mendapatkan keringanan dari Allah:
- Tidak shalat dan tidak perlu meng-qadha shalatnya.
- Tidak puasa, tetapi wajib meng-qadha puasanya.
- Tidak boleh berhubungan suami istri.
Ini semua adalah rahmat, bukan beban. Bayangkan, Allah kasih libur ibadah tertentu di masa haid, tapi tetap bernilai ibadah jika disikapi dengan sabar.
Apa itu Istihadhah?
Nah, beda lagi dengan istihadhah. Istihadhah adalah darah penyakit atau darah yang keluar di luar jadwal haid. Misalnya, darah yang keluar terus-menerus tanpa berhenti, atau keluar setelah batas maksimal haid (15 hari menurut mayoritas ulama).
👉 Istihadhah dibaca dengan o seperti kita menyebut Alloh, maka sering ditulis istihadoh.
Hukum bagi perempuan istihadhah berbeda:
- Ia tetap wajib shalat dan puasa.
- Hanya perlu menjaga kebersihan, misalnya dengan berwudhu setiap masuk waktu shalat.
- Hubungan suami istri tetap halal.
Jadi, jangan sampai tertukar ya. Haid itu fitrah bulanan, sedangkan istihadoh (istihadhah) adalah kondisi khusus di luar haid.
Luruskan Yuk: Bukan Isti‘adah
Ada sebagian orang menyebutnya isti‘adah. Padahal ini keliru.
- Istihadhah (istihadoh) = darah penyakit, istilah fikih tentang wanita yang keluar darah di luar haid.
- Isti‘adah = berasal dari kata isti‘aadzah, artinya memohon perlindungan, biasanya kita pakai saat membaca ta‘awudz: a‘udzu billahi minasy-syaithonir rojim.
Jadi jelas beda arti dan penggunaannya. Kalau bicara soal darah di luar haid, istilahnya yang benar adalah istihadhah (istihadoh), bukan isti‘adah.
Indahnya Peran Suami Saat Istri Haid
Nah, bagian ini jangan sampai dilewatkan. Saat istri haid, terkadang suasana hati jadi lebih sensitif, badan terasa lelah, bahkan ada yang sakit perut luar biasa. Disinilah kesabaran suami diuji.
Suami yang baik akan:
- Mengingatkan istri dengan lembut bahwa haid adalah rahmat Allah.
- Tidak mengeluh ketika istri tidak bisa melayani seperti biasanya.
- Menjaga pandangan dan dirinya, karena hubungan intim memang dilarang saat haid.
Rasulullah ﷺ sendiri memberi teladan: beliau tetap mesra, tetap dekat, tetap lembut kepada istrinya ketika mereka sedang haid. Jadi, bukan berarti haid itu “jeda kasih sayang”, justru saat itulah kasih sayang diuji dengan kesabaran.
Penutup
Haid dan istihadoh adalah dua hal berbeda yang penting kita pahami. Haid adalah darah bulanan yang datang secara alami, sedangkan istihadoh (istihadhah) adalah darah penyakit yang keluar di luar waktu haid.
Sebagai istri, kita perlu tahu ilmunya supaya ibadah kita tepat. Sebagai suami, kita perlu sabar dan bijak mendampingi, karena saat istri haid bukan berarti jarak, tapi kesempatan untuk menunjukkan kasih sayang yang lebih tulus.
🌸 Jadi, jangan salah lagi ya: haid itu beda dengan istihadoh (istihadhah). Bukan isti‘adah 😊.







