Ekonomi

Kapolres Garut, Cerita Asal Muasal Pengrajin Bendera Merah Putih

FAJARNUSANTARA.COM.- Monumen Penrajin Bendera Merah Putih di kecamatan Leles Kabupaten Garut diresmikan Gubernur (Ridwan Kamil) dan Kapolda Jawa Barat (Irjen Polisi Suntana), warga Leles sumingrah sambut kedatangan Gubernur beserta Kapolda.

Dalam pantauan awak media, kehadiran Gubernur Jawa Barat dan Kapolda disambut Bupati dan Kapolres Garut, serta jajaran Forkopimcan Leles, para Kepala Desa juga warga Leles bersama anak-anak sekolah tumpah ruah di pinggir jalan.

Dalam Sambutannya Kapolres Garut AKBP. Wirdhanto Hadicaksono mengatakan, kegiatan hari ini yakni peresmian Monumen pengrajin Bendera Merah Putih di kecamatan Leles Kabupaten Garut.

“Sedikit saya menceritakan sejarah cikal bakal pengrajin bendera merah putih di wilayah kecamatan Leles yakni, berawal dari 1967, diinisiasi oleh 6 orang, tetapi sekarang tinggal dua orang karena yang 4 orang sudah meninggal,” terangnya.

Kapolres Garut menuturkan, berdasarkan keterangan salah satu dari penggas yakni bapa Nasid asal kampung Babakansari kecamatan Leles bercerita jika, awal penjualan hanya sebatas daerah Bandung saja,

Lalu Kapolres Garut AKBP.Wirdhanto bercerita sejarah singkat perjalan para pengrajin bendera dan asal muasalnya para inisiator pengrajin bendera merah putih, serta perkembangannya.

Lanjut Kapolres Garut bercerita, jika, mulai perkembangan penjualannya yakni pada tahun 1985 penjualan mulai merambah ke daerah Purwakarta dan Sumedang serta ke daerah yang lainya.

“Pada akhirnya pada tahun 2005 baru ada inisiasi untuk menjual ke luar Pulau Jawa,” tandasnya.

Selanjutnya Kapolres Garut AKBP.Wirdhanto mengatakan, jika, sampai saat ini total pengrajin bendera merah putih yakni 3.500 orang, terdiri dari pengusaha , yang memproduksi, dan para penjual yang mana para penjual itulah yang berjualan dari Sabang sampai Maroke mengelilingi Nusantara mendistribusikan bendera merah putih.

“Para penjual bendera merah putih memang luar biasa, ini menjadi kebanggaan bua kita semua,” tandasnya.

Kendati demikian, ada sejumlah kendala yang perlu diketahui semenjak adanya pendemi Covid-19 hampir 2 tahun berdampak sekali terhadap perekonomian yang cukup signifikan, namun Alhamdulillah, untuk tahun ini sudah mulai menggeliat kembali.

Namun, lanjut Kapolres Garut, dimana aspek pemodalan untuk membeli kain dan alat produksi tentunya masih kurang cukup dan tidak memadai bagi para pengrajin atau pengusaha yang kurang modal, akan berbeda dengan pengusaha yang bermodal tinggal kita tingkatkan SDM dan Skillnya para pengrajin.

Terkahir Kapolres Garut menyampaikan, semoga dengan dibentuknya Asosiasi pengusaha pengrajin bendera merah dan dibangunnya Monumen Pengrajin Bendera bisa semakin meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya di Kecamatan Leles, serta monumen ini menjadi kebanggaan kita bersama.

Redaksi Fajar Nusantara

Fajar Nusantara merupakan media online yang terbit sejak tanggal 17 April 2020 di bawah naungan badan hukum PT. Fajar Nusantara Online (FNO). PT. FNO telah memiliki badan hukum resmi tercatat di Negara dan memiliki ijin berusaha sebagaimana mestinya sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button