Jawa Barat Gelar Penilaian Kinerja untuk Percepatan Penurunan Angka Stunting, Target 14 Persen di Tahun 2024

FAJARNUSANTARA.COM,- Percepatan penurunan angka stunting untuk membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang cerdas, sehat, produktif, dan berdaya saing telah menjadi salah satu prioritas nasional dan daerah, termasuk di Jawa Barat.
Dalam upaya mengukur, mengevaluasi, dan mengapresiasi kinerja pemerintah kabupaten/kota di Jawa Barat terkait upaya tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggelar Penilaian Kinerja 8 Aksi Konvergensi Penurunan Stunting Tingkat Jawa Barat Tahun 2023.
Acara ini secara resmi dibuka oleh Ketua TP PKK Jawa Barat, Atalia Praratya, dalam Opening Ceremony di Mason Pine Hotel, Kota Baru Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat (KBB), pada Senin (3/7/2023).
Wakil Bupati Sumedang, Erwan Setiawan, juga turut hadir dalam acara tersebut bersama para kepala daerah, Sekda, dan kepala OPD terkait se-Jawa Barat.
Penilaian ini akan berlangsung mulai tanggal 4 Juli hingga 7 Juli 2023 dengan tema “Jabar Zero New Stunting untuk Generasi Emas Indonesia Tahun 2045”.
Penilaian ini menggunakan instrumen penilaian, indikator, dan periode yang telah ditetapkan selama satu tahun terakhir untuk melihat upaya yang telah dilakukan oleh kabupaten/kota di Jawa Barat.
Atalia Praratya, selaku Ketua TP PKK Jabar sekaligus Wakil Ketua II TPPS Jabar, menyampaikan bahwa Jawa Barat telah mencatat penurunan angka stunting tertinggi secara nasional sebesar 4 persen, yaitu dari 24,5 menjadi 20,2.
“Artinya, kerja keras yang telah dilakukan oleh semua pihak telah membuahkan hasil yang nyata,” tuturnya.
Namun demikian, ia juga memberikan peringatan karena masih terdapat banyak “PR” yang harus diselesaikan sesuai dengan target pemerintah pusat. Pada tahun 2024, target penurunan angka stunting harus mencapai 14 persen.
“Target pemerintah pusat, terutama yang diinginkan oleh Bapak Presiden Jokowi pada tahun 2024, adalah 14 persen. Artinya, tantangan yang dihadapi sangat besar,” ujarnya.
Sementara itu, Sekda Jawa Barat, Setiawan Wangsa Atmadja, selaku Wakil Ketua I Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Jawa Barat, menyampaikan bahwa mereka telah menargetkan agar pada akhir tahun 2023, angka stunting dapat turun menjadi 19,2 persen, dan pada tahun 2024 dapat mencapai 12 persen.
“Target penurunan angka tersebut harus diketahui secara spesifik mengenai nama dan alamatnya, serta intervensi apa saja yang akan dilakukan oleh pemerintah. Itulah tantangan yang kita hadapi,” ungkapnya.
Sementara itu, secara terpisah Wakil Bupati Sumedang Erwan Setiawan berharap agar Kabupaten Sumedang bisa mempertahankan prestasi yang telah diraih sebelumnya sebagai juara pertama selama tiga tahun berturut-turut dalam Delapan Aksi Konvergensi Penurunan Stunting.
“Kita ketahui bersama, Tahun 2019 sampai 2022 Sumedang berturut turut Sumedang meraih peringkat pertama. Mudah-mudahan bisa dipertahankan dan bisa berimplikasi terhadap oenurunan stuntinf di Kabupaten Sumedang secara signifikan,” pungkasnya.***







