NasionalPendidikan

IPDN Cetak 10 Lulusan Terbaik dari Berbagai Program Studi, Saddam Al-Yasri Raih Lulusan Terbaik 2024

FAJARNUSANTARA.COM- IPDN-Kemendagri baru saja melahirkan 1.221 wisudawan dari berbagai program studi. Di antara mereka, Saddam Al-Yasri Firstya, S.Tr.I.P asal Provinsi Lampung, berhasil menjadi lulusan terbaik pada Program Sarjana Terapan Ilmu Pemerintahan dengan IPK 3,87. Atas prestasinya, Saddam menerima penghargaan Kartika Astha Brata.

Selain Saddam, sembilan wisudawan lainnya juga mendapatkan penghargaan Kartika Sapta Abdi Praja I sebagai lulusan terbaik di program studi masing-masing. Mereka adalah:

  1. Afrina Nurlaili Hanifah, S.Tr.I.P. asal Provinsi Jawa Timur dengan IPK 3,86
  2. Arda Geby Ayu Salsa, S.Tr.I.P. asal Provinsi Bangka Belitung dengan IPK 3,83
  3. Nurul Aryani Husain, S.Tr.I.P. asal Provinsi Sulawesi Tengah dengan IPK 3,81
  4. Margareta Patricia Mardianus, S.Tr.I.P. asal Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan IPK 3,80
  5. Ahmed Nur Prastowo, S.Tr.I.P. asal Provinsi Yogyakarta dengan IPK 3,80
  6. Novita Roma Uli Manurung, S.Tr.I.P. asal Provinsi Riau dengan IPK 3,77
  7. Nur Indah Aminanti Putri, S.Tr.I.P. asal Provinsi Jawa Timur dengan IPK 3,76
  8. Agnes Andrea Damayanti, S.Tr.I.P. asal Provinsi Jawa Tengah dengan IPK 3,75
  9. Wanikmal Wakil, S.Tr.I.P. asal Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan IPK 3,73

Tak hanya pada Program Sarjana Terapan, IPDN-Kemendagri juga mengukuhkan wisudawan terbaik dari Program Doktor Ilmu Pemerintahan (S3) dan Program Magister Terapan Studi Pemerintahan (S2). Dr. Yuliarso, S.STP, M.Si dengan IPK 3,86 terpilih sebagai lulusan terbaik dari total 60 wisudawan Program Doktor Ilmu Pemerintahan (S3).

Sementara itu, Dian Ristanti, S.IP., M.Tr.IP, berhasil meraih predikat terbaik pada Program Magister Terapan Studi Pemerintahan (S2) dengan IPK 3,87 dari total 82 wisudawan.

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, mengungkapkan kebahagiaannya dalam acara wisuda Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) yang digelar hari ini. Menurut Tito, acara ini tidak hanya membawa kebahagiaan tetapi juga menjadi puncak dari perjalanan panjang para mahasiswa untuk mendapatkan pengetahuan tentang pemerintahan. Setidaknya, empat tahun untuk gelar S1, dua tahun untuk S2, dan minimal tiga tahun untuk S3, adalah prestasi luar biasa yang diraih para wisudawan.

“Acara hari ini sangat membahagiakan karena sekali lagi membuktikan bahwa IPDN adalah salah satu dapur penggodokan ilmu pemerintahan dengan jumlah lulusan yang cukup banyak,” ujar Tito dalam sambutannya.

IPDN, yang berada di bawah naungan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), telah melahirkan sarjana-sarjana ilmu pemerintahan dengan tiga tingkatan yang jumlahnya tidak sedikit, yakni sebanyak 1.221 lulusan.

“Tadi saya menyampaikan bahwa negara yang bertahan lama memiliki tiga unsur penting: militer yang kuat, intelijen yang mampu menjaga keamanan, serta birokrasi yang tertib dan efisien dalam menjalankan pemerintahan. Di sini, peran lulusan IPDN sangat signifikan dalam berkontribusi pada birokrasi kita yang efektif dan efisien, berdasarkan kemampuan yang mereka dapatkan di IPDN,” jelas Tito.

Lebih lanjut, Tito menekankan bahwa para wisudawan harus bangga dan bahagia karena mereka layak mendapatkan gelar sarjana.

“Kami memiliki harapan besar agar mereka mampu dan layak mendapatkan gelar sarjana, tidak hanya sebagai simbol, tetapi juga benar-benar memiliki kemampuan dan potensi sesuai dengan kaidah ilmiah. Mereka harus mampu menerapkan pengetahuan dalam kehidupan nyata sebelum dilantik menjadi birokrat,” tambahnya.

Tito juga menyampaikan dorongan kepada para lulusan untuk terus berkarya dan melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

“IPDN sudah banyak mengirimkan lulusan S1 ke luar negeri melalui program LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) dengan jumlah yang cukup banyak, hampir 10 ribu setiap tahunnya. Saya berharap para lulusan ini dapat berkompetisi untuk mendapatkan pengalaman dan ilmu di luar negeri serta menyerap kultur negara maju untuk kemudian diterapkan di Indonesia, menjadi agen perubahan yang lebih baik,” tutup Tito.

Sementara itu menurut Rektor IPDN, Prof. Dr. Drs. H. Hadi Prabowo., M.M mengatakan bahwa predikat terbaik wisudawan Program Dokter Ilmu Pemerintahan (S3) dari total 60 wisudawan diraih oleh Dr. Yuliarso, S.STP, M.Si dengan IPK 3,86 sedangkan predikat terbaik Program Magister Terapan Studi Pemerintahan (S2) dari total 82 wisudawan diraih oleh Dian Ristanti, S.IP., M.Tr.IP, dengan IPK 3,87.

“Selanjutnya seluruh wisudawan program Sarjana Terapan Ilmu Pemerintahan ini direncanakan akan dilantik menjadi Pamong Praja Muda (CPNS) oleh Bapak Wakil Presiden RI pada hari Tanggal 1 Agustus 2024 di Kampus IPDN Jatinangor”, ujar Hadi.

Lebih lanjut Rektor IPDN menyampaikan bahwa, setelah acara pelantikan selesai, seluruh Pamong Praja Muda ini akan diserahkan kepada Bapak Sekretaris Jenderal Kemendagri untuk penempatan dan mulai pelaksanaan tugas di lingkungan Kementerian.

“Serta dilanjutkan penyerahannya kepada Sekda Provinsi untuk penempatan dan pelaksanaan tugas pengabdian di lingkungan Pemda Provinsi dan Kabupaten/Kota,” pungkasnya.**

Enceng Syarif Hidayat

Enceng Syarif Hidayat adalah seorang jurnalis yang aktif liputan di Sumedang, Jawa Barat. Enceng mengawali karirnya di dunia jurnalistik dimedia lokal online Sumedang. Liputan utamanya di wilayah Barat Sumedang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button