Bisnis

Inspiratif! Kisah Sukses Sri Rejeki Jual Keripik Kulit Semangka bersama PNM Mekaar

FAJARNUSANTARA.COM,- Sabang hingga Merauke, perjalanan inspiratif Sri Rejeki bersama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) telah menyuguhkan kisah luar biasa. Dengan total pendapatan mencapai 14,6 juta rupiah, para nasabah PNM dari berbagai klasterisasi UMKM telah menemukan jalan menuju kesuksesan.

Salah satu usaha yang menonjol adalah dagangan kudapan inovatif dengan beragam variasi, yaitu Keripik Kulit Semangka.Rabu Juli 2023.

Menariknya, Sri Rejeki, seorang pelaku UMKM, memperkenalkan cara dagang yang luar biasa berkat inovasi yang telah ia kembangkan selama beberapa tahun terakhir.

Dia berhasil mengubah bagian kulit semangka yang sebelumnya diabaikan dan sering dibuang karena dagingnya yang busuk menjadi keripik lezat yang disukai banyak orang.

Semuanya bermula dari rasa prihatin yang mengemuka ketika Sri melihat petani di kampung halamannya di Kediri, Jawa Timur, membuang kulit semangka yang masih layak konsumsi karena dagingnya yang tidak sempurna.

Tercetuslah ide brilian dalam benaknya untuk mencoba bereksperimen dengan kulit semangka tersebut.

Walaupun mengalami beberapa kegagalan dalam perjalanan inovasinya, Sri tidak menyerah. Ia terus berjuang hingga akhirnya berhasil menghasilkan kudapan kulit semangka dengan kualitas yang memikat hati konsumen.

“Akhirnya saya berhasil menjualnya dengan kualitas yang sekarang, renyahnya bisa bertahan hingga empat bulan,” ujar Sri bangga dengan hasil usahanya.

Dikatakannya, keripik Kulit Semangka buatan Sri pun menjadi perbincangan hangat di antara para pelanggan setianya dan warga sekitar. Tak sedikit yang menyamakan rasanya dengan kudapan usus ayam.

Kendati demikian, berkat berbagai inovasi yang dilakukannya, Keripik Kulit Semangka kini telah menghadirkan beragam varian rasa, seperti balado, jagung, manis, dan keju.

“Yang paling banyak diminati adalah rasa balado dan original. Bahkan, para ibu tetangga menyatakan bahwa Keripik Kulit Semangka rasanya begitu nikmat ketika dinikmati bersama nasi, bahkan tanpa lauk,” tutur Sri sambil tersenyum kecil.

Perjalanan Sri dalam menjual produk inovatifnya tidaklah mudah. Awalnya, banyak kritik dan pandangan skeptis dari orang-orang di sekitarnya yang meragukan kulit semangka dapat menjadi kudapan lezat.

Bahkan, kerabat dan suaminya pun sempat ragu dengan langkah besar yang diambilnya untuk bergabung dengan PNM Mekaar. Namun, Sri percaya diri dan tak berhenti berusaha untuk membuktikan bahwa usahanya tak sia-sia.

Akhirnya, perjuangan dan kegigihannya terbayar lunas. Omzetnya pun mencapai 6-7 juta rupiah per bulan dengan harga jual Rp 10 ribu per 100 gram keripik. Pesanan tidak hanya datang dari daerah sekitar, tetapi juga dari luar kota seperti Jakarta, Makassar, dan Manado.

“Saya hanya berjualan melalui WhatsApp saja dan langsung mengantarkan ke teman. Keripik Kulit Semangka bahkan sudah sampai di Qatar, ada yang memesan dari sana dan produknya telah dikirimkan,” tutur Sri dengan harapan yang membara.

Kisah luar biasa Sri Rejeki mengajarkan kepada kita tentang pentingnya kegigihan dan ide inovatif dalam menjalani bisnis. Meskipun menghadapi berbagai tantangan dan keraguan, Sri telah membuktikan bahwa usaha kerasnya tidak sia-sia.

Dia selalu berterima kasih kepada PNM Mekaar atas dukungan dan bantuan dalam menyokong usahanya. Semua ini telah menginspirasi banyak nasabah PNM lainnya untuk menapaki jalan menuju kesuksesan mereka sendiri.**

Enceng Syarif Hidayat

Enceng Syarif Hidayat adalah seorang jurnalis yang aktif liputan di Sumedang, Jawa Barat. Enceng mengawali karirnya di dunia jurnalistik dimedia lokal online Sumedang. Liputan utamanya di wilayah Barat Sumedang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button