DaerahPemerintahanSeni dan Budaya

HJS ke-447, KDM Gugat Tambang Liar, Hidupkan Nilai Sunda

FAJARNUSANTARA.COM- Dalam pagelaran wayang golek di Lapangan Pusat Pemerintahan Sumedang, Jumat malam, 26 April 2025, Kang Dedi Mulyadi (KDM) menyerukan pentingnya kepemimpinan berani serta pelestarian budaya dan lingkungan. Di hadapan ratusan warga, KDM tampil bersama Dalang Yogaswara Sunandar Sunarya, komedian Ohang, Ade Batak, dan Mang Radja.

“Kepemimpinan itu harus leber wawanén. Jangan gampang terbawa rayuan atau tekanan. Pemimpin harus jujur, tegas, dan berani melindungi rakyat serta alam,” ujar Kang Dedi di sela-sela pementasan.

Baca Juga :  Pemkab Sumedang Matangkan Pembangunan Puskesmas Cimanggung

Dalam gelaran bertajuk “Pangeling-eling Sunda”, KDM tak hanya berinteraksi santai dengan warga, tetapi juga menyelipkan pesan serius tentang kerusakan lingkungan dan lunturnya nilai budaya. Ia menyoroti maraknya tambang liar yang menurutnya perlu ditindak tegas.

“Pemerintah tidak boleh ragu. Penegakan hukum terhadap perusak lingkungan itu wajib, demi masa depan anak cucu kita,” tegasnya.

KDM juga mengkritik sistem pendidikan yang menurutnya makin jauh dari nilai kebersamaan. Ia menilai, biaya pendidikan yang mahal justru mengaburkan tujuan sejatinya.

Baca Juga :  Bupati Sumedang: Harlah ke-100 NU Buka Peluang Kerja Sama Internasional

“Pendidikan teu kudu mahal jeung mewah. Anu penting mah eusi jeung nilaina,” katanya, menekankan perlunya pendidikan yang berakar pada kesederhanaan.

Melalui wawancara setelah pementasan, Dedi mengungkapkan keprihatinannya terhadap degradasi lingkungan di Jawa Barat. Ia menyebut manusia kini semakin jauh dari nilai lokal dan spiritualitas yang dulu diwariskan leluhur Sunda.

“Kalau kita sudah hilang nilai kehidupannya, terhadap alam dan sesama, tidak akan ada lagi kerapihan. Yang rugi kita sendiri dan generasi yang akan datang,” ujar dia.

Baca Juga :  Satpol PP Andalkan DBHCHT Rp2,15 Miliar untuk Pengawasan Rokok Ilegal

Sebagai solusi, KDM mengajak warga menghidupkan kembali ajaran Pancaniti. Menurutnya, nilai-nilai Pancaniti dapat menjadi pegangan moral agar masyarakat Sunda tidak kehilangan jati dirinya di tengah modernisasi.

“Pancaniti moal lapuk ku jaman. Ajaran ieu kudu dihirupkeun deui, supaya urang Sunda henteu leungit jati dirina,” tandasnya.

Penampilan KDM malam itu menjadi perpaduan unik antara hiburan dan pendidikan budaya. Gelak tawa warga yang hadir bersanding dengan renungan mendalam tentang pentingnya menjaga alam dan budaya.**

Enceng Syarif Hidayat

Enceng Syarif Hidayat adalah seorang jurnalis yang aktif liputan di Sumedang, Jawa Barat. Enceng mengawali karirnya di dunia jurnalistik dimedia lokal online Sumedang. Liputan utamanya di wilayah Barat Sumedang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button