Geger Penemuan Mayat Wanita di Pesawahan Desa Nanggerang Sumedang

FAJARNUSANTARA.COM – Warga Desa Nanggerang Kecamatan Sukasari Sumedang geger dengan penemuan mayat perempuan tanpa busana yang di area pesawahan, Kamis (18/4/2024).
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, mayat wanita itu ditemukan oleh warga saat mencari rumput sekira pukul 10.00 WIB. Mayat wanita tanpa busana itu sudah dalam keadaan setengah membusuk karena terkena sinar matahari.
Kapolsek Sukasari IPTU Joko Dwi Haryono membenarkan kejadian tersebut. IPTU Joko mengatakan setelah hasil identifikasi, diketahui babwa korban berinisial RM (74) warga Desa Sukasari Kecamatan Sukasari Kabupaten Sumedang. Petugas dibantu Babinsa dan petugas medis dari Puskesmas Sukasari langsung terjun menuju lokasi penemuan mayat wanita itu.
“Menurut keterangan saksi bahwa pada hari Kamis tanggal 18 April 2024 sekitar jam 10.00 WIB saksi akan berangkat ke kebun untuk mencari rumput di Blok Kijawa Dusun 1 Desa Nanggerang Kecamatan Sukasari Kabupaten Sumedang, Saksi 1 dan Saksi 2 melihat seorang perempuan yang tergeletak di pinggir sawah dalam keadaan meninggal dunia,” katanya.
Lebih lanjut Ia menyampaikan, berdasarkan keterangan dari suami korban IR (74) bahwa korban telah meninggalkan rumah sejak hari Rabu tanggal 10 April 2024 dan pihak keluarga telah mencarinya ke semua keluarga yang ada di sekitar Sukasari namun tidak ditemukan. Diduga korban sudah pikun dan tidak tahu jalan pulang.
“Korban sudah usia lanjut menderita penyakit penurunan daya ingat, sehingga saat keluar rumah kemungkinan lupa jalan pulang ke rumah. Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan otopsi,” ujarnya.
Pada kesempatan Terpisah, Kiki Perdian, Amk (Tenaga Medis Puskesmas Sukasari) menerangkan bahwa hasil dari pemeriksaan medis korban meninggal dunia diperkirakan sudah 1 hari dan diduga karena Dehidrasi dan kelaparan. Pada saat dilakukan pengecekan fisik luar terdapat luka lecet pada bagian paha kiri.
“Dari hasil pemeriksaan sementara tidak ada tanda tanda kekerasan dalam tubuh korban. Korban murni meninggal dunia lantaran dehidrasi dan Kelaparan,” tandasnya







