
FAJARNUSANTARA, Sumedang – Pengusaha Muda yang juga tokoh Sumedang, Galih Dimuntur Kartasasmita mengajak kepada seluruh masyarakat Sumedang agar mengembangkan dan memajukan kerajinan tangan sebagai penopang ekonomi masyarakat.
Hal itu disampaikan dalam acara Seminar Pemanfaatan Sumber Daya Alam Menjadi Industri Kerajinan di Kabupaten Sumedang, pada Sabtu (15/7).
Menurut Galih, kerajinan tangan menjadi salah satu penopang perekonomian masyarakat di Sumedang. Ada beberapa wilayah di Sumedang yang memang terkenal dengan kerajinan tangannya.
“Sumedang itu daerah kreatif. Terkenal dengan kerajinan tangannya,” ujar Galih di hadapan peserta seminar.
Galih menyebut, Dusun Awilega, Desa Genteng, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang merupakan kawasan yang terkenal dengan kerajinan tangan anyaman bambunya. Melalui kerajinan tangan anyaman bambu itulah, masyarakat menghidupi dirinya.
“Dari anyamana bambu itulah masyarakat di sana menghidupi diri dan keluarganya. Artinya apa, penopang ekonomi masyarakat di sana adalah kerajinan tangan anyaman bambu,” tegasnya.
Galih menyadari bahwa Sumedang merupakan daerah yang kaya akan sumber daya alamnya. Kekayaan alam Sumedang harus dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat dan pemerintah.
“Daerah Sumedang itu sangat kaya. Tergantung bagaimana kita memanfaatkannya. Bagaimana caranya kita memanfaatkan sunberdaya alam tanpa merusaknya. Kemudian bagaimana kita menyikronkan antara sumberdaya alam dengan sunber daya manusia dan teknologi,” terangnya.
Galih juga mengapresiasi pemerintah Kabupaten Sumedang yang telah membawa keluar masyarakat dari garis kemiskinan. Selain itu, Sumedang mampu menjadi daerah nomor satu dalam hal sistem informasi terbukanya.
“Tentu selain kerja pemerintah, kerja kerja masyarakat juga perlu diapresiasi untuk kemajuan Sumedang,” pungkasnya.







