
FAJARNUSANTARA.COM- Kabupaten Sumedang kembali meneguhkan posisinya sebagai daerah penghasil tembakau terkemuka di Provinsi Jawa Barat. Sabtu 25 November 2024.
Festival Tembakau Sumedang yang berlangsung pada Jumat, 24 November 2023, menjadi panggung bagi Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Sumedang, Otong Sopendi.
Sementara menurut Otong Supendi Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia Kabupaten Sumedang mengungkapkan kontribusi besar tembakau sebagai penyumbang devisa utama negara.
“Kami adalah pejuang devisa, dan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) menjadi bukti dari luasnya area penanaman tembakau di Sumedang,” ujarnya.
Pihaknya berharap, mendapat penghargaan dan perhatian terhadap sarana serta prasarana yang kami butuhkan.
Menurut Otong, kendala utama yang dihadapi petani tembakau adalah harga pupuk yang mahal dan ketersediaannya yang terbatas.
“Terutama di daerah Ujungjaya, Tomo, dan Paseh, pupuk non-subsidi untuk tembakau sulit didapatkan. “Kami berharap Pemerintah memberikan perhatian khusus terkait hal ini,” tambahnya.
Otong juga menyampaikan kekhawatiran terkait regulasi, khususnya RUU Kesehatan Pasal 154 yang menempatkan tembakau sejajar dengan narkotika.
“Ini sangat memberatkan, terutama terkait harga pupuk yang tinggi,” ungkapnya.
Namun, Festival Tembakau menjadi angin segar bagi para petani. Otong merasa terbantu karena dapat mempromosikan produk tembakau Sumedang dan menjalin kerja sama dengan daerah lain, termasuk Gresik.
“Melalui kegiatan ini, kami dapat bertukar informasi dan melakukan MoU yang bermanfaat,” jelasnya.
Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, Tuti Ruswati, turut memberikan pandangan terkait pertanian tembakau.
Dengan lahan pertanian mencapai 2500-2800 hektar, Sumedang fokus pada intensifikasi dan ekstensifikasi. “Kami berupaya meningkatkan produksi dengan inovasi dan teknologi, serta memperluas tanaman tembakau,” tuturnya.
Tuti juga mengungkapkan upaya Pemda Sumedang dalam menyusun regulasi yang mendukung petani tembakau. “Kami mengimbau agar para petani segera dilegalisasi untuk mengurangi tembakau ilegal,” tegasnya.
Sebagai langkah lebih lanjut, Tuti menyampaikan bahwa Festival Tembakau ini menjadi bagian dari upaya promosi yang lebih luas.
“Dari segi marketing, kami akan memanfaatkan digital marketing dan marketplace untuk meningkatkan ekspor tembakau Sumedang,” Pungkasnya.**







