Demi Angka Prevelensi Stunting Jabar Turun, BKKBN Harapkan TPK Lebih Proaktif dalam Pelayanan

FAJARNUSANTARA.COM- Inspektur Utama BKKBN RI, Ari Dwikora Tono, menyemangati seluruh Tim Pendamping Keluarga (TPK) Kecamatan Tarogong Kaler dan Kecamatan Tarogong Kidul di Kabupaten Garut, Rabu, (13/3/2024). Para anggota TPK tersebut hadir dalam Orientasi TPK yang dilaksanakan 13-15 Maret 2024.
Pada kesempatan tersebut, Ari berharap orientasi TPK akan semakin memperkuat semangat, kekompakan serta sikap proaktif TPK dalam melakukan pendampingan. Terlebih bagi 5.968 kader/Tenaga Kesehatan yang tergabung dalam TPK.
“Saya berpesan TPK semakin terampil memberikan pelayanan pendampingan, sehingga dapat berkontribusi terhadap penurunan prevalensi stunting di Jawa Barat menjadi 14% di tahun 2024,” harapnya.
Patut diketahui Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang terdiri dari Bidan, Kader PKK dan Kader KB untuk memperkuat pelaksanaan pendampingan keluarga di seluruh wilayah yang yang bekerja berdasarkan Perpres Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.
salah satu prioritas kegiatan yang termuat dalam percepatan penurunan stunting, yakni mengenai pelaksanaan pendampingan keluarga berisiko stunting, pendampingan semua calon pengantin/calon pasangan usia subur (PUS) dan surveilans keluarga berisiko stunting.
Selain di Kabupaten Garut, kegiatan tersebut juga berlangsung serentak di seluruh kabupaten kota se-Jawa Barat. Beberapa kabupaten telah melaksanakan orientasi sejak tanggal 26 Februari 2024. Ditargetkan seluruh kegiatan orientasi ini selesai pada tanggal 22 Maret 2024. (*)







