DaerahPemerintahan

Bupati Sumedang Serius Menata Jatinangor, Ajukan Penataan Infrastruktur ke Pusat

FAJARNUSANTARA.COM- Pemerintah Kabupaten Sumedang terus mendorong pengembangan Jatinangor sebagai City of Digital Knowledge atau kota pengetahuan digital. Upaya ini dibarengi dengan langkah-langkah konkret memperbaiki infrastruktur, termasuk mengajukan penataan jalan nasional ke pemerintah pusat.

“Pemkab Sumedang terus melakukan pembenahan Jatinangor, termasuk upaya untuk minta ke pusat membenahi jalan nasional yang menjadi kewenangan pusat, termasuk penerangan jalan umum (PJU),” kata Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, usai kegiatan pemaparan rencana pengembangan kawasan Jatinangor, Sabtu, 7 Juni 2025.

Kegiatan yang digelar di Aula Bappppeda Sumedang itu dihadiri jajaran OPD teknis, akademisi dari Universitas Padjadjaran, serta perwakilan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Jabar.

Baca Juga :  Perkuat Soliditas Organisasi, FTBM Kabupaten Sumedang Gelar Rapat Koordinasi

Menurut Dony, Pemkab Sumedang telah menyurati Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terkait usulan pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) dan jembatan khusus kendaraan roda dua. Titik yang diusulkan berada di Jalan Ir. Sukarno depan Kampus Universitas Padjadjaran dan di depan Pabrik Kahatex, Jalan Raya Bandung–Garut.

“Di kawasan ini sering terjadi kemacetan dan kecelakaan lalu lintas akibat banyaknya penyeberang pada waktu-waktu tertentu. Kami meminta ke Menteri PUPR untuk membangun JPO sebagai peningkatan pelayanan publik,” ujar Dony.

Baca Juga :  Angin Puting Beliung Terjang Haurgombong, 28 Rumah Rusak dan BPBD Salurkan Bantuan Darurat

Selain JPO, Dinas Perhubungan Kabupaten Sumedang juga mengajukan rehabilitasi lampu PJU yang saat ini banyak mengalami kerusakan di sepanjang jalan nasional Jatinangor. Permohonan tersebut disampaikan ke Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Jawa Barat.

“Mengingat keterbatasan anggaran Pemda Kabupaten Sumedang untuk melakukan rehabilitasi PJU, kami meminta bantuan untuk pengadaan armatur lampu,” ucap Dony.

Upaya pengembangan Jatinangor sebagai kota pengetahuan digital juga mencakup penataan trotoar dan pembangunan saluran kabel bawah tanah. Pemkab Sumedang sudah mengirimkan surat usulan ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk merealisasikan rencana tersebut.

Baca Juga :  Pemkab Sumedang Gandeng BTN Perkuat Digitalisasi UMKM

“Menindaklanjuti pertemuan dengan Pak Gubernur Dedi Mulyadi soal pelebaran trotoar dan pembangunan saluran bersama untuk kabel-kabel telekomunikasi maupun listrik, kami sudah menyusulnya dengan membuat surat ke provinsi,” kata Dony.

Langkah-langkah ini merupakan bagian dari strategi besar menjadikan Jatinangor sebagai pusat pendidikan tinggi sekaligus simpul industri modern Sumedang. Pemerintah daerah berharap dukungan penuh dari pusat dan provinsi agar pengembangan kawasan bisa berjalan optimal dan berkelanjutan.

Enceng Syarif Hidayat

Enceng Syarif Hidayat adalah seorang jurnalis yang aktif liputan di Sumedang, Jawa Barat. Enceng mengawali karirnya di dunia jurnalistik dimedia lokal online Sumedang. Liputan utamanya di wilayah Barat Sumedang.

One Comment

  1. Sebagai kawasan perkotaan, apalagi dirancang dengan konsep kota digital berbasis pengetahuan, sudah selayaknya Jatinangor memiliki sarana pengetahuan yang dapat digunakan untuk belajar, menumbuhkan budaya membaca dan literasi bagi masyarakatnya. Apalagi kalau bukan Perpustakaan Umum di Kawasan Perkotaan Jatinangor. Perpustakaan ini harus menjadi ikon utama Jatinangor sebagai Kota Digital Berbasis Pengetahuan. Sehingga yang dibangun tidak hanya insfratruktur tetapi juga sumber daya manusianya. Pemkab harus pikirkan kesiapan generasi emas yg nanti akan memimpin pada masa Indonesia Emas dan selanjutnya. Perpustakaan yang dibangun harus dilokasi strategis, menjadi ruang publik, pusat kegiatan masyarakat, dan dikelola secara professional, sinergis, dan kolaboratif sebagai bagian penting dalam membangun ekosistem digital dan masyarakat berpengetahuan 5.0. Warga Jatinangor layak mendapatkan hal itu. (Asep Saeful Rohman, Akademisi Ilmu Perpustakaan dan Informasi, Fikom Unpad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button