Bupati Ajak Para Kepala Desa Untuk Membuat Perubahan

FAJARNUSANTARA.COM, SUMEDANG – Pesantren Kepala desa merupakan suatu ikhtiar untuk memperbaiki diri serta meningkatkan kualitas, baik lahir dan batin.
Hal itu diungkapkan Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, dalam acara halal bihalal bersama 270 Kepala Desa, yang juga alumnus Pesantren Kilat Pondok Pesantren Asy- Syifaa wal Mahmudiyyah, Sabtu (28/5).
Kata bupati, dalam rangka mewujudkan tujuan hidup harus ada bekal ilmu agama, salah satunya dengan masuk pesantren.
“Bekal ilmu agama akan menghantarkan kepada kehidupan bahagia dunia akhirat, tapi ilmunya harus sejalan dengan pengamalan dan implementasinya,” kata Bupati.
Pesantren, kata bupati, merupakan bagian dari character building.
“Jadi bangunlah jiwanya bangunlah badannya,” bupati menyerukan.
Bupati juga mengajak kepada para kepala desa agar bisa membuat perubahan di desanya masing-masing yang akan dikenang oleh anak cucu kita nanti.
“Akan jadi sejarah dan cerita bahwa di jaman kita menjadi kades jalan bagus, kemiskinan berkurang, masyarakatnya sejahtera lahir bathinnya. Itu akan memberikan keberkahan kelak nanti ke anak cucu kita nanti. Jadi mari kita buat sejarah,” ajak Bupati.
Bupati juga berharap program pesantren tersebut terus berkelanjutan, tidak hanya bagi kepala desa saja, tetapi bisa untuk yang lainnya.
“Nanti akhir tahun (giliran) para kepala SKPD dan istrinya, camat beserta istrinya yang akan mesantren di sini. Begitu juga para wartawan, dan para pengusaha muda akan pesantren kilat di sini,” ujarnya.
Dengan melibatkan semua sebagai peserta pesantren, lanjutnya, maka frekuensinya sama semua.
“Kalau (frekuensinya) sama, kita akan enak menjalankan roda pemerintahan. Itu komitmen kami ke depannya. Harus kontinyu,” ucapnya.
Senada dikatakan Pimpinan Pondok Pesantren Internasional Asy-Syifa Wal-Mahmudiyah Abuya KH. Muhamad Muhyidin Abdul Qodir Al-Manafi mengatakan, halal bi halal dan evaluasi kegiatan pesantren kepala desa tersebut sekaligus dalam rangka mengukuhkan para kepala desa sebagai santri istimewa.
“Setelah mengikuti pesantren kilat yang digelar dua hari satu malam itu beberapa waktu lalu, para kepala desa berikut istri diundang kembali untuk pengukuhan sebagai santri istimewa pesantren,” tuturnya.
Menurutnya, acara tersebut sebagai evaluasi kegiatan apakah benar-benar diterapkan atau tidak serta adakah perbedaan setelah mengikuti kegiatan pesantren.
“Kegiatan kali ini adalah merupakan pengukuhan dan tindak lanjut dari pesantren kilat yang telah digelar dulu apakah ada pengaruhnya, bisa terasa di lingkungan tempatnya bekerja,” ucapnya.
Menurutnya, yang terpenting adalah membina pada kepala desa dan mengubah mindset mereka, terutama dalam hubungan hati dengan Allah serta dengan sesama manusia.
“Hasil kegiatan ini semoga meningkat dalam segala bidang, baik dalam keagamaan, ekonomi, kesehatan, pendidikan, ketentraman dan kesejahteraan,” katanya.
Ia menambahkan, respon dari para kepala desa sungguh luar biasa, bahkan ada yang meminta untuk lebih lama mondoknya.
“Para kepala desa menginginkan kegiatan ini dirutinkan dalam setiap tahunya. Dan kepala desa merasa tidak puas digelar hanya satu hari, bahkan ada yang menginginkan beberapa hari, satu minggu gitu,” ujarnya.
Tampak hadir dalam acara tersebut, Ketua TP PKK Kabupaten Sumedang Susi Gantini, unsur Forkopimda, Ketua Baznas Kabupaten Sumedang Ayi Subhan Hafas, para kepala OPD, para camat beserta tamu undangan lainnya. (***)







