AUM Majlis Dikdasmen dan PNF Kabupaten Sumedang Ikuti Diksuskamad bagi 1.909 Kepala Madrasah Muhammadiyah di Tahun 2026

FAJARNUSANTARA.COM, DEPOK, JAWA BARAT – Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal menggelar Pendidikan dan Latihan Khusus Kepala Madrasah (DIKSUSKAMAD), Tepatnya di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV). Kegiatan yang dilaksanakan sejak hari Kamis-Ahad, 27-30 Agustus 2026, untuk Region DKI Jakarta. MInggu (30/8/2026).
Region DKI Jakarta untuk yang pertama kalinya, yang meliputi dari berbagai daerah, diantaranya, DKI Jakarta, Jawa Barat, Lampung, Jambi dan juga Aceh dengan jumlah peserta sekitar 150 peserta resmi di tutup hari ini Ahad, 30 Agustus 2026.
Ketua DIKDASMEN PNF Kabupaten Sumedang yang juga pengurus PP Muhammadiyah, Dr. Enang Ahmadi, M.Pd, menyampaikan bahwa Kepala Madrasah memiliki peran strategis dalam menentukan arah perkembangan dan kemajuan lembaga pendidikan.

“Kepala madrasah harus mampu menjadi pemimpin perubahan. Bukan hanya mengelola administrasi, tetapi juga mampu menggerakkan guru, membangun kolaborasi, menghadirkan inovasi, dan menciptakan budaya mutu di madrasah,”jelasnya.
Menurutnya, DIKSUSKAMAD bukan sekadar kegiatan pendidikan dan pelatihan, tetapi menjadi ruang untuk membangun karakter kepemimpinan Kepala Madrasah Muhammadiyah yang berintegritas, visioner, adaptif, dan berorientasi pada kemajuan.
Ditempat yang sama Kepala MI Muhammadiyah Cibeusi, Aisyi Nur Albar, M.Sos,menambahkan, DIKSUSKAMAD memberikan kesempatan bagi kepala madrasah untuk belajar, berbagi pengalaman, melakukan refleksi, serta menyusun langkah nyata untuk meningkatkan kualitas madrasah.

“DIKSUSKAMAD bukan hanya tentang mendapatkan ilmu, tetapi bagaimana ilmu tersebut diimplementasikan menjadi aksi nyata di madrasah. Kita belajar untuk bergerak, berkolaborasi, dan memberikan perubahan yang berdampak,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa kemajuan madrasah tidak dapat dilakukan secara individual. Diperlukan kerja sama antara kepala madrasah, guru, tenaga kependidikan, peserta didik, orang tua, organisasi, dan seluruh stakeholder pendidikan.
“Ilmu tanpa aksi hanya menjadi pengetahuan. Aksi tanpa kolaborasi hanya menjadi usaha. Tetapi ilmu, aksi, dan kolaborasi dapat menjadi gerakan perubahan,” tegasnya.
Peserta DIKSUSKAMAD dari Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) Majlis Dikdasmen PNF PDM Sumedang berjumlah 21 kepala Madrasah dari berbagai tingkatan mulai dari MI, MTs dan MA

