
FAJARNUSANTARA.COM- Pendistribusian logistik surat suara untuk Pemilihan Gubernur dan Bupati Sumedang hari ini dilakukan secara serentak oleh Panitia Pemungutan Suara (PPS) ke seluruh Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di wilayah Kabupaten Sumedang.
Proses pendistribusian ini berlangsung di tengah pengawalan ketat aparat keamanan untuk memastikan logistik tiba tepat waktu dan dalam kondisi aman.
- Pleno PPK Jatinangor Selesai Cepat, Penghitungan Suara Lancar30 November 2024

Ketua PPS Desa Cikeruh, Rudi Setiadi, menjelaskan bahwa seluruh pendistribusian di wilayahnya diawasi langsung oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Selasa 26 November 2024.
“Untuk Desa Cikeruh, ada 13 TPS. Dari jumlah tersebut, 8 TPS berada di dalam bangunan, sedangkan 5 lainnya berada di luar bangunan,” ujar Rudi saat ditemui di kantor PPS Desa Cikeruh, Selasa pagi.
Menurut Rudi, pihaknya telah mengantisipasi berbagai kendala, termasuk cuaca yang saat ini memasuki musim penghujan. Ia memastikan bahwa TPS yang berada di luar ruangan sudah memiliki alternatif bangunan jika hujan tiba-tiba mengguyur.
“Kami sudah persiapkan semuanya. Jika hujan, TPS di luar ruangan bisa langsung dipindahkan ke bangunan yang sudah tersedia. Semoga semua proses berjalan lancar sampai selesai,” tambahnya.
Proses pendistribusian dimulai sejak pagi hari dan dipastikan selesai sebelum malam. Seluruh logistik, termasuk surat suara, bilik suara, dan peralatan lainnya, dikemas dengan rapi untuk mencegah kerusakan selama pengangkutan.
Pendistribusian logistik ini adalah langkah awal yang menentukan kelancaran proses pemungutan suara yang dijadwalkan berlangsung beberapa hari ke depan.
Kepala Desa Cikeruh II Jai mengimbau seluruh pihak yang terlibat untuk bekerja sama demi keberhasilan pemilu.
“Semua mata kini tertuju pada persiapan teknis hingga hari pencoblosan, dengan harapan proses pemilu berjalan sesuai jadwal dan hasilnya dapat diterima dengan baik oleh masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu Babinsa Desa Cikeruh Serma Wawan didampingi Bhabinkabtimas Aiptu Ayi Bahtiar mengatakan bahwa pengawalan ini merupakan bagian dari tugas mereka untuk memastikan kelancaran pesta demokrasi.
“Kami ingin memastikan tidak ada gangguan dalam pendistribusian ini, terutama karena logistik ini sangat krusial,” katanya singkat.**







