Kang RinSo: Generasi Milenial Penentu Kemajuan dan Keberhasilan Demokrasi

FAJARNUSANTARA.COM, SUMEDANG – Daya Tawar generasi muda Milenial menjadi daya tarik tersendiri bagi para elit politik, guna menentukan arah kebijakan politik, bahkan hampir menjadi rebutan menjelang tahun politik 2024 secara serentak.
Sebanyak 40 peserta generasi muda Milenial perwakilan dari sejumlah perguruan tinggi di Bandung Perwakilan Parpol dan Pramuka penegak, selain itu tamu undangan 40 peserta asal provinsi Kalimantan Selatan para ketua parpol dan DPRD dan Bakesbangpol Kalsel mengikuti acara pendidikan politik yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Jawa barat jalan Supratman No.44 dihalaman parkirnya.
Bakesbang Provinsi Jawa barat menerjukan langsung Narasumber Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat yang juga Sekretaris Fraksi PKS DPRD Jawa Barat H Ridwan Solichin, SIP, MSi, bersama Anggota DPRD Provinsi Fraksi Partai Gerindra
Dalam pantauan awak media kang Rinso sapaan akrab sehari-harinya mengatakan,nmenurut hasil survey Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020 sebesar 69,38 juta jiwa atau 25,87 persen dari jumlah penduduk Indonesia yakni generasi Milenial, jadi tidak bisa dipungkiri posisinya bisa mentukan kondisi kehidupan dimana kini dan mendatang, yang rata -rata usianya dari 17 tahun sampai 37 tahun.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengatakam, peran strategis milenial dalam bidang politik sekarang ini harus dimanfaatkan untuk membangun tatanan demokrasi yang bekeradilan, yang hadir disini seluruhnya generasi milenial dipastikan adalah milenial yang melek politik dan terliterasi politik dengan baik. Buktinya mau hadir di forum ilmu yang digelar Bakesbangpol Jabar ini.
“Sementara di luar sana mungkin tidak sedikit pula milenial yang apriori bahkan apolitis. Jadi tugas adik-adik disini untuk memberikan pencerahan kepada milenial lainnya untuk memiliki kepedulian dalam bidang politik,” tandasnya.
Selanjutnya legislator muda PKS Jabar dari Dapil Jawa Barar XI (Sumedang, Majalengka, Subang) mengaskan, Generasi milenial menurutnya, menjadi bagian dari penentu kemajuan dan keberhasilan demokrasi dari tingkat daerah hingga tingkat nasional.
“Siapa yang akan memimpin negeri ini 10 sampai 20 puluh tahun mendatang, adalah adik-adik yang hadir di sini dan milenial lainnya,” disambut tepuk tangan para peserta
Kang RinSo, berpesan, sekaligus mengajak generasi milenial untuk tidak apatis atau apriori dengan kondisi di sekitarnya, apalagi jika terjadi sebuah ketimpangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, generasi milenial tidak bisa cukup berdiam diri saja, tetapi paling berkewajiban menjadi pihak yang kritis mengawal jalannya demokrasi di negeri ini
“Apalagi di era informasi 4.0 (four point zero) dewasa ini, banyak saluran yang bisa dijadikan sarana generasi milenial untuk menuangkan gagasan dan ide-ide kritisnya dalam mengawal pemerintahan, generasi milenial tentunya lebih paham, karena sejak lahir sudah akrab dengan platform digital. Misalnya bisa membuat konten-konten kreatif yang mencerahkan serta memberikan informasi-informasi yang baik kepada masyarakat luas melalui media sosial,” ungkapnya.
“Dengan memiliki literasi politik yang baik pula, generasi milenial juga bisa memberikan pendidikan politik atau civic education kepada masyarakat. “Tidak hanya tugas partai politik dan pemerintah saja memberikan pendidikan politik tetapi generasi milenial juga memiliki peran yang sama. Malah mungkin pendidikan politik dari teman sebaya bisa lebih kena dibanding parpol atau pemerintah,” pungkasnya.
Dalam acara pendidikan politik untuk generasi milenial bertajuk kegiatan pelaksanaan kebijakan di bidang pendidikan politik, etika budaya politik, peningkatan demokrasi, fasilitasi kelembagaan, pemerintahan, perwakilan dan partai politik, pemilihan dan pemilukada, serta pemantauan situasi politik di daerah itu dimulai dari siang hingga sore hari. Di sela-sela acara juga diisi dengan pentas musik angklung dan talk show interaktif. (ESH)







