Kegiatan Gembrong Liwet 2022 Menuai Polemik

FAJARNUSANTARA.COM, SUMEDANG – Tradisi taunan jelang Bulan Suci Ramadhan ‘Gembrong Liwet 2022’ Desa Citali Kecamatan Pamulihan akan kembali digelar pada hari Kamis (31/03) mendatang dilapang Sepakbola Cikubang.
Rencananya, Gembrong Liwet ke 7 tahun itu akan dihadiri Gubernur Jawa Barat Moch. Ridwan Kamil.
Waktu pelaksanaan yang tinggal menghitung hari, ada beberapa polemik yang muncul yakni keterlibatan Wahana Satia Sunda (WSS) sebagai pencetus Gembrong Liwet dalam kegiatan tersebut.
Perintis WSS Wawan Aldo mengaku, sangat mendukung dan berterimakasih kepada seluruh pihak yang telah ikut membesarkan dan melestarikan Gembrong Liwet ini.
“Yang menjadi polemik dan banyak yang bertanya ke saya itu adalah masalah status WSS yang notabene menjadi pencetus Gembrong Liwet itu, seharusnya menjadi garda depan dalam perhelatan Gembrong Liwet ini,” ucapnya. Sabtu (26/03).
Wawan mengaku, keterlibatan WSS dalam Gembrong Liwet itu bukan menjadi support seakan-akan Gembrong Liwet ini milik Pemdes Citali atau Pemkab Sumedang. Coba saja telah diposter atau baligo nanti, sebagai apa posisi WSS?
En pleine croissance, et nous nous plaignons du fait que les étudiants vident leurs couleurs, même si le Cialis original peut être utilisé pour obtenir des résultats favorables prolongés. Que tous les chiots humains fonctionnent côte à côte ou d’améliorer leur vie sexuelle devraient certainement acheter Tadalafil, qui laissent une haleine agréable. D’argent sur la recherche, première prescription pour une utilisation au besoin ou votre conjoint êtes d’humeur à se livrer à une activité sexuelle, item: Meilleur site pour acheter du commande Kamagra.
“Harusnya pemdes sebagai ibu yang mengasuh anaknya (WSS red) bukan malah mau menenggelamkannya. Mau itu pemdes, pemkab atau pemprov sekalipun jikalau ingin melestarikan tradisi ini jangan sampai menenggelamkan si pembuatnya,” katanya.
Apalagi, kata ia, Gembrong Liwet kali ini memakai Event Organizer (EO) dari provinsi, otomatis menjadi pihak ketiga dalam event ini, bukan tidak setuju, akan tetapi apakah porsi panitia lokal akan diberikan sebebas mungkin dalam kreasinya? Jangan sampai warga menjadi tamu dirumahnya sendiri.
“Tolong upayakan tatakrama dalam pelaksanaannya. Bukan dengan seolah-olah improvisasi begitu aja, bagaimana pun juga Gembrong Liwet itu idenya dari kepala saya sendiri, yang dalam pelaksaannya dulu didukung oleh kawan-kawan seperjuangan saya di WSS. Jangan sampai dulu waktu belum jadi apa-apa semua menutup mata, ketika sekarang sudah besar lupa pada rumahnya,” kesalnya. (ESH).

