NasionalPendidikan

Ikopin Siapkan Lulusan untuk Perkuat SDM Koperasi dan Agrinas

FAJARNUSANTARA.COM– Universitas Ikopin Indonesia menegaskan komitmennya menyiapkan sumber daya manusia (SDM) untuk mendukung penguatan koperasi dan program strategis pemerintah, termasuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Komitmen itu disampaikan dalam Sidang Terbuka Senat Universitas Ikopin Indonesia.

Rektor Universitas Ikopin, Prof. Yudi Azis, mengatakan pengembangan kompetensi lulusan menjadi bagian penting untuk memperkuat gerakan koperasi di Indonesia. Menurut dia, kebutuhan SDM koperasi akan semakin besar seiring pengembangan KDKMP di berbagai daerah.

“Tema kali ini adalah meningkatkan kompetensi yang nantinya berdampak pada peningkatan koperasi. Ini tentu sejalan dengan program strategis nasional, yaitu Koperasi Desa,” kata Yudi. Sabtu 24 Oktober 2026.

Ia mengatakan Ikopin sebagai institusi pendidikan sekaligus penyedia SDM akan terus bersinergi dengan pemerintah untuk mendukung program tersebut.

“Kami sebagai institusi dan penyedia sumber daya manusia tentu akan berusaha bersinergi sebaik mungkin dalam menyukseskan program pemerintah,” ujarnya.

Dalam sidang terbuka tersebut, Ikopin mewisuda 352 lulusan dari sejumlah jenjang pendidikan, mulai program diploma hingga magister. Yudi mengatakan sebagian lulusan akan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan SDM di sektor koperasi dan dunia usaha.

Ikopin juga mendapat peluang penyerapan lulusan oleh PT Agrinas Nusantara. Menurut Yudi, pihak Agrinas telah menyiapkan kuota bagi 50 lulusan Ikopin untuk bergabung dengan perusahaan tersebut.

“Alhamdulillah, kami baru saja mendapatkan informasi dari Pak Dirut Agrinas bahwa sudah disiapkan kuota 50 lulusan yang nantinya dapat langsung diterima di PT Agrinas. Ini luar biasa,” kata Yudi.

Yudi mengatakan kebutuhan SDM tidak hanya datang dari perusahaan, tetapi juga dari koperasi yang berkembang di berbagai daerah. Karena itu, dia berharap lulusan Ikopin mampu memberikan kontribusi langsung di daerah masing-masing.

Sebagian lulusan, kata dia, merupakan penerima beasiswa yang diharapkan kembali dan berkontribusi di daerah asal. Sementara sebagian lainnya telah mulai mengembangkan bisnis dan kewirausahaan.

“Sekitar 30 persen lulusan sudah menginisiasi bisnis. Kami juga memiliki program agribisnis, sehingga sebagian lulusan memilih berwirausaha,” ujarnya.

Direktur Utama PT Agrinas Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, mengatakan pemerintah tengah membangun kembali kekuatan perkoperasian melalui program KDKMP. Menurut dia, kebutuhan SDM menjadi salah satu bagian penting dalam proses tersebut.

“Kita pahami pemerintah sedang berupaya membangun kembali perkoperasian dan diwujudkan melalui KDKMP. Hari ini saya menyaksikan sendiri Ikopin dalam menyediakan SDM dan kami sangat antusias menyambutnya,” kata Joao.

Ia memastikan Agrinas membuka peluang bagi lulusan Ikopin untuk bergabung dan ditempatkan di berbagai wilayah Indonesia.

“Kami akan memberikan peluang sebesar-besarnya kepada lulusan Ikopin untuk segera bergabung bersama Agrinas dan bisa kami tempatkan di seluruh Indonesia sesuai dengan visi mereka,” ujarnya.

Sekretaris Kementerian Koperasi RI Ahmad Zabadi mengatakan Ikopin memiliki posisi strategis karena sejak awal dipersiapkan sebagai perguruan tinggi yang memiliki keterkaitan kuat dengan pengembangan koperasi.

Menurut dia, penguatan ekonomi melalui koperasi membutuhkan dukungan SDM yang kompeten. Karena itu, kerja sama antara Ikopin, pemerintah, dan dunia usaha perlu terus diperkuat.

“Ikopin menghadirkan Agrinas ini sangat tepat untuk penyediaan SDM. Maka pemerintah daerah harus mendukung dan men-support kerja sama yang sudah berjalan agar terus ditingkatkan,” kata Ahmad.

Bupati Bandung Dadang Supriatna juga menyatakan dukungannya terhadap pengembangan kerja sama dengan Ikopin. Ia mengatakan Pemkab Bandung akan meningkatkan kolaborasi, khususnya dalam mendukung pengembangan KDKMP.

“Alhamdulillah, kita sudah mengadakan kerja sama dengan Ikopin dan akan kita tingkatkan lagi,” kata Dadang.

Ia menyebut Kabupaten Bandung memiliki 270 KDKMP dan 10 kelurahan yang menjadi bagian dari pengembangan program tersebut. Dari jumlah itu, sekitar 130 unit telah terbangun, sedangkan sisanya masih dalam proses bertahap.

Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan Koperasi (YPK), Moch. Taufik, mengatakan Kementerian Koperasi selama ini terus memberikan dukungan kepada Ikopin, termasuk melalui program beasiswa.

Ia menilai kebutuhan SDM koperasi di Indonesia sangat besar sehingga Ikopin memiliki peluang untuk menjadi salah satu pemasok utama tenaga profesional bagi sektor tersebut.

“Di Indonesia koperasi sangat banyak. Ada sekitar 222 ribu koperasi, dan 83 ribu di antaranya KDKMP yang membutuhkan SDM. Kami berharap Universitas Ikopin menjadi penyedia utama kebutuhan SDM tersebut,” kata Taufik.

Menurut Taufik, peluang kerja bagi lulusan Ikopin semakin terbuka setelah Agrinas menyatakan kesiapan menyerap tenaga kerja dari kampus tersebut.

“Para lulusan Ikopin sangat dibutuhkan. Bahkan Agrinas sudah bersedia menyerap tenaga kerja dari Ikopin untuk bisa langsung bekerja. Saya sangat optimistis Ikopin bisa menjadi universitas yang unggul,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi kepemimpinan Rektor Ikopin Prof. Yudi Azis yang dinilai mampu membawa arah pengembangan universitas secara terarah dan efektif.

Sidang Terbuka Senat Universitas Ikopin Indonesia tersebut menjadi momentum untuk memperkuat posisi Ikopin sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya mencetak lulusan, tetapi juga memasok SDM bagi pengembangan koperasi, kewirausahaan, dan program strategis nasional.**

Enceng Syarif Hidayat

Enceng Syarif Hidayat adalah seorang jurnalis yang aktif liputan di Sumedang, Jawa Barat. Enceng mengawali karirnya di dunia jurnalistik dimedia lokal online Sumedang. Liputan utamanya di wilayah Barat Sumedang.
Back to top button