DaerahPemerintahan

Jembatan Gantung Siliwangi HUM 54 Desa Palabuan Hampir Terputus Diterjang Banjir

FAJARNUSANTARA.COM – Banjir besar melanda wilayah Kecamatan Ujungjaya, Kabupaten Sumedang, setelah hujan deras mengguyur kawasan hulu Sungai Cimanuk dan Cilutung selama beberapa jam. Luapan air sungai menghantam Jembatan Gantung Siliwangi III HUM 54 yang berada di Desa Palabuan.

Jembatan tersebut sebelumnya diresmikan oleh Pangdam III/Siliwangi pada Maret 2021 sebagai akses vital penghubung wilayah Sumedang–Majalengka, termasuk jalur Dusun Balerante Desa Palabuan menuju Babakan Anyar, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka.

Baca Juga :  Juicy Luicy dan Harra Guncang Panggung Awani Studento Festival 2025 di Tengah Hujan Rintik Rintik

Kepala Desa Palabuan, Nana Supriatna, membenarkan kerusakan parah pada jembatan akibat derasnya arus air bah. Ia menyebutkan, kondisi jembatan saat ini tidak memungkinkan untuk dilalui warga.

“Jembatan penghubung Sumedang dan Majalengka ini rusak parah akibat banjir besar. Arus Sungai Cimanuk dan Cilutung sangat deras, sehingga jembatan gantung terdampak langsung dan sekarang akses warga dipastikan terputus,” kata Nana Supriatna saat dihubungi melalui Handphone, Minggu, 25 Januari 2026.

Baca Juga :  Pemilihan Serentak RW 05 Lingkungan Warung Jambu Sawahbera Rampung, Warga Antusias

Menurut Nana, banjir juga nyaris memasuki kawasan permukiman warga Desa Palabuan. Aparat desa bersama warga setempat melakukan pemantauan dan menutup sementara akses menuju jembatan demi keselamatan.

“Air hampir masuk ke pemukiman. Untuk sementara, warga dari Dusun Balerante menuju Babakan Anyar tidak bisa melintas sama sekali. Kami khawatir jika dipaksakan justru membahayakan,” ujarnya.***

Enceng Syarif Hidayat

Enceng Syarif Hidayat adalah seorang jurnalis yang aktif liputan di Sumedang, Jawa Barat. Enceng mengawali karirnya di dunia jurnalistik dimedia lokal online Sumedang. Liputan utamanya di wilayah Barat Sumedang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button