
FAJARNUSANTARA.COM – Menyambut Natal, Tahun Baru 2026, serta peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia yang jatuh pada 10 Desember, pemuda asal Papua, Jonathan Warinussy, menyerukan pesan perdamaian dan solidaritas antarsesama anak bangsa.
Ia mengimbau warga menjaga keamanan dan menghargai perbedaan, khususnya di tengah momentum hari besar keagamaan.
Jonathan yang lahir di Serui dan besar di Jayapura—kini berdomisili di Bandung untuk merintis usaha—mengatakan pilihan hidupnya berbeda dibandingkan sebagian besar masyarakat Papua yang bercita-cita menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).
“Saya ingin menjadi wirausahawan sukses dan lebih berguna bagi orang lain,” ujarnya saat ditemui di Bandung, Senin, 9 Desember 2025.
Menurut Jonathan, menjadi pelaku usaha justru membuka ruang kontribusi bagi sesama anak Papua di perantauan, terutama melalui lapangan pekerjaan.
“Setidaknya kalau saya sukses, saya bisa memberi peluang kerja bagi saudara-saudara saya di sini,” kata dia.
Dalam kesempatan itu, Jonathan juga menyampaikan keprihatinan terhadap bencana banjir di sejumlah wilayah Indonesia seperti Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.
“Kami turut berduka atas musibah banjir. Semoga para korban diberi kekuatan dan kesabaran,” tuturnya. Ia menilai musibah tersebut menjadi pengingat pentingnya solidaritas sosial dan sikap saling membantu.
Terkait peringatan Hari HAM Sedunia, Jonathan mengajak masyarakat, termasuk mahasiswa Papua di Bandung, tetap menjaga situasi kondusif serta menghindari tindakan yang berpotensi memicu pelanggaran hukum.
“Mari saling menghormati, menghindari kegiatan yang dapat memicu kerawanan atau melanggar hukum,” tegasnya.
Ia berharap perayaan Natal dan Tahun Baru diisi kegiatan positif seperti doa bersama dan penggalangan dana bagi korban bencana.
“Bisa diisi dengan doa bersama, penggalangan dana untuk korban banjir, dan aktivitas positif lainnya,” pungkas Jonathan.**







