Tasuso Jadi Primadona di Rumah Makan Sari Kedelai Sumedang

FAJARNUSANTARA.COM- Kebijakan larangan kegiatan study tour yang diberlakukan sejumlah kepala daerah, termasuk Gubernur Jawa Barat Dedy Muyladi (KDM), tidak berpengaruh signifikan terhadap kunjungan dan omzet Rumah Makan Tahu Sari Kedelai. Tempat makan khas tahu Sumedang ini justru tetap stabil, terutama pada akhir pekan.
“Alhamdulillah untuk okupansi di RM Tahu Sumedang Sari Kedelai tidak ada dampak yang signifikan, baik di cabang Jatinangor, Limbangan Garut, maupun Cirebon,” kata General Manager RM Tahu Sari Kedelai, Deden, saat ditemui di cabang Jatinangor, Minggu (3/8/2025).
Menurut Deden, kunjungan tetap stabil terutama pada hari Sabtu dan Minggu, dengan jumlah tamu harian berkisar 200 hingga 300 orang.
“Mayoritas pengunjung adalah tamu lokal. Kalau dari luar daerah biasanya datang pada momen tertentu, seperti wisuda IPDN dan Unpad,” ujarnya.
Deden menyebut momentum wisuda menjadi momen strategis yang mendongkrak kunjungan.
“Saat ada wisuda IPDN kemarin, tamu dari luar kota cukup banyak dan itu sangat menguntungkan,” ungkapnya.
Dalam hal bahan baku, ia memastikan pasokan tetap aman dan harga terkendali.
“Harga bahan baku masih relatif standar karena pemasoknya juga dari keluarga, jadi lebih terkendali dibanding pengusaha tahu lainnya,” jelas Deden.
Tak hanya mengandalkan tahu goreng sebagai menu utama, RM Tahu Sari Kedelai terus berinovasi melalui varian olahan baru seperti Tasuso (Tahu Sumedang Siomay) yang mulai diluncurkan sejak tahun lalu. Menu ini, kata Deden, menjadi salah satu favorit pelanggan.
“Tasuso cukup banyak diminati tamu. Selain itu, menu unggulan kami juga ada gurame sosok, iga bakar, dan iga cobek yang disajikan panas-panas di atas cobek,” katanya.
Saat ini, RM Tahu Sari Kedelai memiliki lima cabang, yakni pusat di Jalan Raya Ir. Soekarno Jatinangor, serta di Limbangan Garut, Sukasari (Sari Kedelai Farm), Beber Cirebon, dan Bypass Cicalengka, Kabupaten Bandung.**







