BisnisDaerahEkonomiPemerintahan

Sumedang Wajibkan KDMP Terintegrasi Dashboard dan Aplikasi Sindang

FAJARNUSANTARA.COM- Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir menegaskan bahwa seluruh Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) harus mengaktifkan dan mengintegrasikan dashboard koperasi dengan Aplikasi Sindang sebagai langkah strategis menuju tata kelola koperasi digital yang transparan dan akuntabel.

Pemerintah Kabupaten Sumedang menegaskan pentingnya penggunaan sistem digital dalam pengelolaan koperasi melalui aktivasi Dashboard Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan integrasinya dengan Aplikasi Sindang. Hal ini disampaikan langsung oleh Bupati Sumedang, H. Dony Ahmad Munir, saat mengikuti peluncuran nasional KDMP secara daring yang dipimpin Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Minggu (20/7/2025).

“Seluruh KDMP di Sumedang harus aktif, dan dashboard-nya wajib terintegrasi dengan Aplikasi Sindang. Dari sistem ini kita tahu kondisi riil: jumlah anggota, jenis usaha, hingga transaksi keuangan. Tanpa data, tidak ada keputusan yang tepat,” kata Dony dalam arahannya.

Bupati menjelaskan bahwa dashboard yang dibangun Pemkab Sumedang telah memuat data dari 277 KDMP yang seluruhnya telah berbadan hukum. Lewat sistem tersebut, pemerintah daerah dapat memantau struktur organisasi koperasi, jenis usaha yang dijalankan, serta arus transaksi dan laporan keuangan secara real-time.

Good data, good decision, good result. Tanpa pemanfaatan dashboard, kita kehilangan kendali dan arah pembangunan koperasi,” ucapnya.

Dony juga menginstruksikan Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Sumedang untuk terus mengawal pemutakhiran data dan memberikan pelatihan teknis kepada pengelola koperasi di tingkat desa dan kecamatan.

“Saya tidak ingin sistem ini hanya jadi formalitas. Harus fungsional. Buatkan tutorialnya, siapkan template-nya. Pastikan semua koperasi berjalan dalam satu platform,” tegasnya.

Lebih jauh, Bupati menginginkan agar setiap aktivitas penting dalam koperasi seperti transaksi, penambahan anggota, atau perubahan struktur langsung tercatat otomatis di sistem, dan terpantau melalui Aplikasi Sindang.

“KDMP ini harus jadi solusi. Rakyat harus merasakan manfaatnya: sembako murah, LPG murah, terbebas dari rentenir dan pinjol ilegal. Semua bisa kita pantau dan kendalikan melalui dashboard,” ujar Dony.

Ia berharap, dengan tata kelola koperasi yang berbasis data dan sistem digital terintegrasi, KDMP di Sumedang mampu menjadi model koperasi modern yang profesional, transparan, dan sesuai prinsip syariah serta akuntabilitas publik.

Ketua KDMP Syariah Mekarjaya, Rangga Wianggadana, mengungkapkan bahwa koperasi tersebut telah berjalan selama satu bulan dan kini telah memiliki 426 anggota aktif. Beberapa unit usaha telah mulai beroperasi dan siap menjalin kemitraan sebagai penyalur produk-produk BUMN, termasuk LPG dari Pertamina.

“Kami akan menjadi pangkalan resmi LPG Pertamina dengan harga sesuai ketetapan pemerintah. Saat ini harga di pasaran cukup tinggi, dan KDMP hadir untuk menyeimbangkan. Diharapkan masyarakat dapat langsung merasakan manfaat dari keberadaan koperasi,” ujar Rangga.

Rangga pun mengajak kepada seluruh masyarakat Sumedang untuk mendukung keberadaan KDMP.

“Semoga kami diberi kekuatan dan kelancaran dalam menjalankan amanah yang besar ini serta memberikan dampak positif,” tambahnya.**

Enceng Syarif Hidayat

Enceng Syarif Hidayat adalah seorang jurnalis yang aktif liputan di Sumedang, Jawa Barat. Enceng mengawali karirnya di dunia jurnalistik dimedia lokal online Sumedang. Liputan utamanya di wilayah Barat Sumedang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button