DaerahKomunitasPendidikan

Pelatihan ITB, Dari Nira ke Produk Bernilai Ekonomi Tinggi

FAJARNUSANTARA.COM-;Kelompok Keilmuan (KK) Bioteknologi Mikroba Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati Institut Teknologi Bandung (SITH-ITB) menyelenggarakan pelatihan bertajuk “Produksi Sirup Nira dan Produk Turunannya Berbasis Fermentasi”.

Kegiatan ini dilangsungkan di ITB Kampus Jatinangor, Sabtu (30/11/2024), dengan peserta dari kalangan masyarakat dan mahasiswa sekitar Jatinangor.

Pelatihan ini diketuai oleh Prof. Dr. Dea Indriani Astuti, dengan ketua pelaksana Dr. Anriansyah Renggaman. Kegiatan terbagi menjadi dua sesi, yakni pelatihan produksi sirup nira yang melibatkan Dr. Ir. Neil Priharto dan Dr. Anriansyah Renggaman, serta pelatihan produksi minuman fermentasi dengan narasumber ahli, yaitu Dr. Dzulianur Mutsla, Dr. Amalia Ghaisani Komarudin, Dr. Maya Fitriyanti, dan Dr. Eng. Kamarisima.

“Kegiatan ini adalah bagian dari program pengabdian masyarakat tahunan KK Bioteknologi Mikroba SITH ITB,” ujar Prof. Dea Indriani Astuti.

Ia menjelaskan, pelatihan ini bertujuan untuk mentransfer pengetahuan mengenai pengolahan nira menjadi sirup sebagai pemanis alami, sekaligus memanfaatkannya untuk produk fermentasi bernilai tambah seperti kombucha.

“Kami ingin memberdayakan masyarakat untuk menghasilkan produk berbasis sumber daya lokal yang sehat dan berkelanjutan. Ini adalah salah satu cara kami berbagi hasil riset dengan masyarakat,” tambahnya.

Menurut Prof. Dea, pelatihan ini mengajarkan teknik pengumpulan nira secara higienis hingga pengolahannya menjadi sirup berkualitas tinggi. Selanjutnya, peserta diajarkan metode fermentasi untuk membuat minuman seperti teh lemon jahe dan kombucha, dengan panduan langsung dari para pakar.

“Selain sebagai pemanis alami yang lebih sehat dibandingkan gula rafinasi, sirup nira juga dapat dikembangkan menjadi produk fermentasi yang memiliki nilai ekonomi tinggi,” kata Prof. Dea.

Ketua pelaksana, Dr. Anriansyah Renggaman, menambahkan bahwa pelatihan ini juga bertujuan mengurangi ketergantungan masyarakat pada gula rafinasi.

“Dengan mengajarkan masyarakat memproduksi pemanis sendiri, kita tidak hanya mendorong pola hidup sehat, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru,” ujarnya.

Peserta lokakarya tampak antusias mengikuti setiap sesi. Mereka belajar praktik langsung yang bisa diterapkan di lingkungan sehari-hari. Dr. Anriansyah menegaskan, pelatihan ini juga membuka wawasan masyarakat bahwa sirup nira tidak hanya dijual sebagai pemanis, tetapi dapat diolah menjadi produk fermentasi unggulan.

“Minuman fermentasi ini tidak hanya sehat, tetapi juga bisa menjadi komoditas ekonomi desa jika dikelola dengan baik, termasuk bekerja sama dengan UMKM setempat,” tuturnya.

Kelompok Keilmuan Bioteknologi Mikroba SITH ITB berkomitmen untuk terus menyelenggarakan pelatihan serupa guna mendukung masyarakat dalam memanfaatkan potensi lokal dan menciptakan produk inovatif yang berkelanjutan.**

Enceng Syarif Hidayat

Enceng Syarif Hidayat adalah seorang jurnalis yang aktif liputan di Sumedang, Jawa Barat. Enceng mengawali karirnya di dunia jurnalistik dimedia lokal online Sumedang. Liputan utamanya di wilayah Barat Sumedang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button