Spektakuler! Kabupaten Sumedang Gelar Deklarasi Damai Menghadapi Pemilu 2024

FAJARNUSANTARA.COM,- Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang, Forkopimda, Komisi Pemilihan Umum (KPU), Bawaslu, serta pemimpin partai politik Kabupaten Sumedang telah menggelar Deklarasi Damai menjelang Pemilu 2024.
Acara ini berlangsung di Gedung Negara pada Rabu (16/8).
Bupati Dony Ahmad Munir menjelaskan bahwa tujuan dari deklarasi ini adalah membangun komitmen bersama untuk menciptakan Pemilu yang damai.
“Deklarasi ini menjadi contoh bagi penyelenggara dan peserta Pemilu dalam mewujudkan proses Pemilu yang harmonis,” kata Bupati.
Bupati juga mengungkapkan bahwa Deklarasi Damai akan memberikan dampak psikologis yang signifikan dalam menjaga keamanan dan kedamaian selama Pemilu.
Ia menekankan bahwa Sumedang telah memiliki reputasi dalam pemilihan yang selalu berjalan aman, damai, lancar, dan kondusif.
“Pemimpin daerah ini menegaskan bahwa Pemilu adalah sarana untuk menjaga kedaulatan rakyat, memilih pemimpin, dan mensejahterakan masyarakat,” ujarnya.
Oleh karena itu, penting untuk menjalankan Pemilu dengan damai, lancar, dan kondusif. Tanggung jawab menjaga proses ini ada pada semua pihak, termasuk penyelenggara, partai politik, pemerintah, dan masyarakat.
Bupati Dony menekankan bahwa semua pihak harus bersatu dalam niat dan tekad untuk menjalankan Pemilu dengan damai. Ia mengajak semua untuk menjadi panutan dengan pola pikir, sikap, dan tindakan yang mendukung Pemilu yang aman dan kondusif.
Ketua KPU Kabupaten Sumedang, Ogi Ahmad Fauzi, menggarisbawahi bahwa penyelenggara dan peserta Pemilu damai harus tetap menjunjung tinggi prinsip demokrasi.
“Meskipun memiliki pilihan yang berbeda, hal tersebut merupakan cerminan dari keanekaragaman,” tandasnya.
Ogi menambahkan bahwa prinsip lain dalam demokrasi adalah menjaga hak asasi manusia. Berbeda pilihan adalah hak individu yang harus dihormati dan tidak dipertentangkan satu sama lain.
Ketua KPU berharap agar pengalaman negatif dari Pemilu 2019 tidak terulang, di mana perbedaan pilihan dianggap sebagai perbedaan aqidah atau bangsa.
Ogi mengajak semua untuk menghormati pilihan masing-masing dalam suasana yang santun, mengingat bahwa Pemilu melibatkan dua prinsip penting: kontestasi dan partisipasi.(Maul)**




