BudayaPeristiwaPolitik

Tak Terima Namanya Dicatut Di Salah Satu Media, Sonia Sugian Lapor Polisi dan Dewan Pers

FAJARNUSANTARA.COM- Sonia Sugian SH. MH., calon legislatif DPRD Sumedang Dapil VI, didampingi suaminya Asep Sugian, mengakui telah membuat laporan pengaduan ke Polres Sumedang dan Dewan Pers terkait dugaan pencemaran nama baik. Kamis 28 Desember 2023.

Pada Kamis (28/12/2023), Sonia mengungkapkan bahwa pada 14 Desember 2023, suaminya menerima pesan WhatsApp dari seseorang yang mengaku wartawan.

Keesokan harinya, seorang pria bernama EN mengaku wartawan dari Tabloid Sumedang, konfirmasi adanya penganiayaan, dan menyebut Sonia sebagai pelaku.

“Saya merespon, mengapa harus menyebutkan Caleg. Kan banyak profesi yang tengah dijalani saya seperti, advokat, pengusaha, dan lainnya,” ujar Sonia.

Wartawan tersebut bersikukuh akan memuat nama Sonia di berita tabloidnya, yang kemudian menyebar di berbagai grup WhatsApp, memicu komentar netizen yang menjelekkan dirinya.

Baca Juga :  KKN Tematik Sumedang, 2.510 Mahasiswa Beraksi untuk Desa Sejahtera

Setelah membaca berita berjudul “Misteri Serpihan Kaca di Kepala Korban,” Sonia menilai bahwa isinya keterangan sepihak dan tidak menyebutkan penyelesaian permasalahan serta kompensasi yang telah diberikan.

Atas insiden ini, Sonia melaporkan kepada pihak kepolisian dan berkonsultasi dengan Dewan Pers.

Saya membuat laporan di Polres Sumedang terkait dugaan pencemaran nama baik di media sosial. Berita yang dimuat oleh Jurnal Ampuh tidak berimbang, saya hanya mengobrol biasa dengan END, namun berita yang ditulis tidak benar,” ujar Sonia Sugian, anggota keluarga yang terkena dampak, dalam konferensi pers di kediamannya.

Sonia menjelaskan bahwa END, sebagai wartawan, seharusnya melakukan klarifikasi sebelum mempublikasikan berita. Namun, tanpa klarifikasi, berita tersebut mengundang opini negatif dan serangan terhadap dirinya di kolom komentar media sosial.

Baca Juga :  Bawaslu Sumedang Gelar Rakor, Bahas Pengawasan Logistik Pemilu Tahun 2024

Ketidakseimbangan pemberitaan juga terlihat dalam penyebutan jelas nama Sonia Sugian, partai, dan Dapil dalam berita. Hal ini dianggap tidak etis dan menjadi dasar dugaan pencemaran nama baik.

Sonia dan Asep Sugian telah mendatangi Dewan Pers di Jakarta untuk memastikan kode etik jurnalistik. Hasilnya, Jurnal Ampuh tidak terdaftar di dewan pers dan tulisannya dianggap opini wartawan bukan karya jurnalistik.

Selanjutnya, Sonia memberikan klarifikasi terkait peristiwa sebenarnya yang terjadi 4 bulan lalu. Kasus penganiayaan    Karyawan PT.Grasyella Nur ramadhani   yang diduga dilakukan oleh anaknya sudah diselesaikan secara kekeluargaan, dan keluarga korban telah memaafkan.

Baca Juga :  Puncak Kampanye Pemilu, Bawaslu Tekankan Pentingnya Pemahaman Regulasi

Kemudian, karena dalam ID Card wartawan Jurnal Ampuh tertera penanggung jawabnya N. Mujianto, sehingga Asep Sugian menemui Mujianto dan terjadilah percakapan. Dengan dalih kasus ini tidak ingin diperpanjang,

Asep Sugian bahkan mentransfer uang Rp.15 juta ke penanggung jawab Jurnal Ampuh, N.M dalam upaya menghentikan perpanjangan kasus.

“Saya membuat laporan ke polisi pada tanggal 16 Desember 2024 atas nama END wartawan Jurnal Ampuh. Delik aduan mencakup pencemaran nama baik dan UU ITE. Apakah ada unsur pemerasan, itu ranah kepolisian,” tegas Asep Sugian.

Ia berharap agar tahun politik ini diwarnai dengan sikap bijak dan tanpa upaya memanfaatkan situasi untuk keuntungan pribadi.***

Enceng Syarif Hidayat

Enceng Syarif Hidayat adalah seorang jurnalis yang aktif liputan di Sumedang, Jawa Barat. Enceng mengawali karirnya di dunia jurnalistik dimedia lokal online Sumedang. Liputan utamanya di wilayah Barat Sumedang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button