
Jakarta — Persatuan Ummat Islam (PUI) resmi menjalin kemitraan strategis dengan PT Haloje Delivery Indonesia dalam rangka memperkuat ekosistem bisnis digital dan memperluas akses teknologi di berbagai lapisan masyarakat.
Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) ini berlangsung dalam ajang MDEC DEX Connect Indonesia 2025 yang digelar di Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta, dan disaksikan langsung oleh TYT Dato’ Syed Md. Hasrin Tengku Hussin, Duta Besar Malaysia untuk Republik Indonesia, serta YBhg. Tuan Anuar Fariz Fadzil, CEO Malaysia Digital Economy Corporation (MDEC), pada Senin (30/6).
Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat PUI, H. Raizal Arifin, M.Sos, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk nyata dari komitmen PUI dalam mengintegrasikan dakwah dan pemberdayaan ekonomi berbasis teknologi.
“Kami melihat kerja sama ini sebagai ikhtiar nyata untuk mempercepat transformasi digital di kalangan umat. Dengan dukungan teknologi dari Haloje, kami yakin potensi besar dari pesantren, koperasi, dan pelaku UMKM binaan PUI dapat berkembang lebih optimal dan berdaya saing di era digital,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Haloje Delivery Indonesia, Deni Krida Laksana, S.Pd.I, menyatakan bahwa kemitraan ini sejalan dengan misi perusahaan dalam mendukung pemerataan teknologi hingga ke level akar rumput.
“Kerja sama ini merupakan langkah penting dalam memperluas manfaat teknologi. Dengan jaringan luas PUI dan semangat kolaboratif yang kuat, kami optimistis bisa membangun ekosistem digital yang memberdayakan, khususnya bagi komunitas pesantren, UMKM, dan generasi muda,” ungkapnya.
Sinergi untuk Akselerasi Digitalisasi Komunitas
Kemitraan ini dirancang untuk mendukung digitalisasi pelaku usaha, lembaga pendidikan, dan komunitas binaan PUI di seluruh Indonesia. Dengan memanfaatkan infrastruktur logistik dan platform teknologi milik Haloje Delivery, kedua belah pihak berkomitmen menciptakan solusi digital yang inklusif dan aplikatif.
Ruang lingkup kerja sama mencakup pengembangan layanan distribusi berbasis aplikasi, pelatihan digital untuk pelaku UMKM dan koperasi, serta integrasi teknologi di lingkungan pesantren dan lembaga pendidikan Islam. Sinergi ini juga akan mendorong penggunaan layanan logistik cerdas untuk mendukung pertumbuhan bisnis lokal di era digital.
Fokus Kolaborasi dan Dampak Jangka Panjang
Kemitraan strategis ini difokuskan pada beberapa area utama:
- Transformasi digital komunitas dan pelaku usaha di bawah naungan PUI
- Peningkatan literasi dan keterampilan digital bagi santri dan generasi muda
- Distribusi produk lokal berbasis platform teknologi
- Pemberdayaan koperasi dan unit usaha pesantren melalui layanan pengiriman dan sistem digital
Langkah ini menandai babak baru dalam kolaborasi lintas sektor antara dunia usaha dan organisasi masyarakat. Dengan menggabungkan kekuatan teknologi dan jaringan komunitas, inisiatif ini diharapkan mampu mempercepat adopsi teknologi secara lebih merata dan mendorong pertumbuhan ekonomi digital yang berkelanjutan di Indonesia.







