Pagelaran Budaya Kasumedangan Hidupkan Semangat Pelestarian di Alun-Alun Sumedang
FAJARNUSANTARA.COM – Pagelaran Gelar Ekosistem Budaya Kasumedangan di kawasan Alun-Alun Sumedang menyedot perhatian ribuan warga. Teatrikal tari kolosal “Pangjajap Rasa, Panghiap Ratu” menjadi puncak acara yang menghidupkan kembali kisah Sang Pangeran lewat perpaduan seni tari, musik etnik, dan tata panggung megah.
Kegiatan bertajuk Gelar Ekosistem Budaya Kasumedangan itu digelar di Alun-Alun Sumedang, Kabupaten Sumedang, pada Sabtu malam. Masyarakat dari berbagai kalangan memadati area pertunjukan sejak sore hari. Jumat 20 Februari 2026.
Pagelaran tersebut tidak hanya menampilkan seni pertunjukan, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi bagi pelaku seni, komunitas budaya, dan generasi muda. Panitia menghadirkan beragam atraksi tradisional yang merepresentasikan kekayaan budaya Kasumedangan.
Teatrikal tari kolosal “Pangjajap Rasa, Panghiap Ratu” menjadi sajian utama. Ratusan penari memadukan gerak dinamis dengan iringan musik tradisional yang menggema di seluruh kawasan alun-alun.
Tata cahaya dan visual panggung memperkuat alur cerita tentang kepemimpinan dan nilai-nilai luhur Sang Pangeran.
Bupati Sumedang, H. Dony Ahmad Munir, yang hadir dalam kegiatan tersebut, mengatakan pagelaran budaya menjadi momentum penting untuk memperkuat identitas daerah.
“Saya mengajak seluruh masyarakat Sumedang untuk terus menjaga, merawat, dan membanggakan budaya Kasumedangan sebagai jati diri daerah,” ujar Dony saat diwawancarai secara langsung di lokasi kegiatan.
Menurut dia, kegiatan ini bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari upaya strategis melestarikan budaya lokal di tengah arus modernisasi. Pemerintah daerah, kata dia, akan terus mendorong ruang-ruang kreatif agar seni tradisi tetap berkembang dan diminati generasi muda.
“Kegiatan ini menjadi bukti bahwa cinta terhadap budaya tak pernah surut oleh waktu. Antusiasme masyarakat malam ini luar biasa,” katanya.
Salah satu perwakilan komunitas seni, Rina Kurniasih, menyebut pagelaran ini membuka peluang kolaborasi lintas generasi.
“Kami merasa difasilitasi untuk berkreasi dan menampilkan karya terbaik. Ini memacu semangat kami untuk terus berkarya,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung tertib hingga akhir acara. Panitia memastikan aspek keamanan dan kenyamanan pengunjung tetap terjaga selama pagelaran berlangsung. Pemerintah daerah berencana menjadikan agenda serupa sebagai kegiatan rutin untuk memperkuat ekosistem budaya di Sumedang.**







