Peristiwa

Geger!! Seorang Pria Meninggal di Teras Masjid Besar Pamulihan

SUMEDANG,- Minggu tanggal 08 Mei 2022, Warga Pamulihan geger karena ditemukannya mayat di Masjid besar Pamulihan Dusun Cikondang RT 02 RW 07 Desa Haurngombong Kecamatan Pamulihan Kabupaten Sumedang.

Diketahui sekitar jam 08.00 WIB di Masjid besar Pamulihan Dusun Cikondang RT 07/02 Desa Haurgombong Kecamatan Pamulihan Kabupaten Sumedang, telah meninggal Dunia seorang laki-laki.

Berdasarkan keterangan dari Kapolsek Pamulihan Iptu Ardianto, mayat tersebut bernama Asep Suparno Rusnandar, Umur 41 Tahun, alamat Dusun Mekarjaya RT 03 RW 05 Desa Sukamiskin Kecamatan Arcamanik Kota Bandung.

Berdasarkan  keterangan saksi Usup Saepulloh, asal  Perum Mekarbakti Residen Blok L No 7 RT 05 RW 10 Desa Mekarbakti Kecamatan Pamulihan Kabupaten Sumedang, pada awalnya almarhum meminta antar ke rumah sakit Ujung Berung yang berangkat bersama sama Istrinya Sdri. Anis Mayasari serta ibu kandungnya Sdri Yiyis untuk melakukan pemeriksaan karena mengeluh sesak di bagian dada dari kemarin sore.

Kemudian hari ini, Minggu tanggal 08 Mei 2022 sekira jam 07.40 WIB almarhum bersama saksi dan keluarganya berangkat dari rumah Ibunya di Perum Mekarbakti Residen Desa Mekarbakti dan sampai di masjid besar Pamulihan almarhum sempat ingin buang air kecil yang digandeng oleh Saksi.

Namun sebelum buang air kecil almarhum terus mengeluh sesak di bagian dada dan setelah mau sampai ke toilet tiba-tiba almarhum merasa lemas dan dibaringkan oleh saksi kemudian saksi mencari ambulan yang berada di pos PAM Pamulihan.

Sementara itu Menurut keterangan pengurus masjid H. Uju setelah di cek almarhum ternyata sudah meninggal dunia, Selanjutnya almarhum di bawa ke puskesmas Haurngombong untuk memastikan penyebab meninggalnya almarhum.

Dari hasil pemeriksaan oleh Dr. Teni menjelaskan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban dan korban meninggalkan dunia diakibatkan karena serangan jantung.

Dikatakannya, Setelah selesai pemeriksaan almarhum  langsung di bawa oleh pihak keluarga ke Kediamannya di Kecamatan Arcamanik Kota Bandung untuk segera dimakamkan dan keluarga menolak untuk dilakukan otopsi karena kejadian tersebut sudah dianggap musibah.

Selengkapnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button