DaerahPemerintahanSosial

Bupati Sumedang Berhasil Menjemput 5 Warga Yang Terlantar di Papua

FAJARNUSANTARA.COM – Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menjemput langsung lima warga Kabupaten Sumedang yang sempat terlantar di Kabupaten Yahukimo, Papua. Kelimanya tiba kembali di Sumedang pada Jumat malam setelah mendapat bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan aparat kepolisian.

Bupati Dony menegaskan peristiwa ini harus menjadi pelajaran bagi masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan yang tidak jelas.

Pemerintah Kabupaten Sumedang menjemput lima warganya yang sebelumnya terlantar saat bekerja di Kabupaten Yahukimo, Papua. Kedatangan mereka disambut langsung oleh Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir bersama Kapolres Sumedang Sandityo Mahardika di Pos Pelayanan Terpadu Polres Sumedang, kawasan Terminal Ciakar, Jumat malam.

Bupati Dony menyampaikan rasa syukur karena kelima warga tersebut akhirnya dapat kembali ke kampung halaman dalam keadaan selamat setelah mengalami kesulitan selama bekerja di Papua.

“Alhamdulillah malam hari ini saya bersama Pak Kapolres menerima kedatangan lima warga Sumedang yang kemarin terlantar di Papua, tepatnya di Yahukimo. Sekarang mereka sudah sampai di Sumedang berkat bantuan Pak Gubernur Jawa Barat, kemudian dijemput oleh Dinas Sosial Sumedang serta dukungan dari Pak Kapolres dan Pemda Sumedang,” kata Dony.

Menurut Dony, kelima warga tersebut sebelumnya berangkat ke Papua karena tergiur tawaran pekerjaan dengan iming-iming gaji besar. Mereka dijanjikan akan bekerja di wilayah perkotaan, namun setelah tiba justru ditinggalkan oleh pihak yang merekrut mereka.

“Mereka ini sehari-hari bekerja sebagai kuli bangunan di Sumedang. Karena sedang tidak ada pekerjaan, ada yang menawarkan kerja dengan upah besar dan katanya tidak di pedalaman. Ternyata setelah berangkat mereka justru ditinggalkan,” ujarnya.

Setibanya di Sumedang, kelima warga langsung menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim Dinas Keaehatan Kabupaten Sumedang. Pemeriksaan tersebut dilakukan karena selama berada di Papua mereka menghadapi berbagai kesulitan, bahkan salah satunya sempat terserang malaria.

“Alhamdulillah sekarang semuanya sudah kembali dan dalam keadaan sehat. Nanti akan dicek kesehatannya, kemudian diantar ke rumah masing-masing supaya bisa berkumpul dengan keluarga dan menjalankan puasa serta Lebaran bersama,” tutur Dony.

Ia menegaskan peristiwa tersebut menjadi peringatan bagi masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap tawaran pekerjaan yang belum jelas sumbernya.

“Ini menjadi pembelajaran penting bagi kita semua. Masyarakat harus lebih waspada terhadap tawaran pekerjaan yang tidak jelas. Mudah-mudahan ke depan mereka bisa bekerja di Sumedang dan sekarang bisa berbahagia berkumpul dengan keluarga menjelang Lebaran,” kata Dony.

Kapolres Sumedang Sandityo Mahardika juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran pekerjaan dari pihak yang tidak dikenal, terutama yang menawarkan pekerjaan di luar daerah dengan imbalan besar.

“Kami menghimbau masyarakat agar waspada terhadap calo-calo yang menawarkan pekerjaan di luar daerah. Jangan mudah tergiur. Jika ada penawaran kerja dari orang yang tidak dikenal, sebaiknya dilaporkan ke pihak kepolisian agar bisa kami cek kebenarannya,” ujarnya.

Menurutnya, kasus seperti ini kemungkinan tidak hanya terjadi sekali. Banyak kejadian serupa yang tidak terungkap karena tidak diketahui publik.

“Yang ini mungkin diketahui karena sempat viral. Namun bisa saja masih ada kejadian lain yang serupa. Karena itu masyarakat harus lebih berhati-hati,” kata Sandityo.

Ke depan, pihak kepolisian bersama Pemerintah Kabupaten Sumedang akan berupaya membantu mencarikan pekerjaan bagi kelima warga tersebut agar mereka dapat bekerja di daerah sendiri.

“Insyaallah kami akan mencoba menyalurkan mereka ke beberapa perusahaan atau tempat kerja yang ada di Sumedang,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu warga yang dipulangkan, Dedi, mengaku bersyukur akhirnya bisa kembali ke kampung halaman setelah mengalami masa sulit di Papua.

“Alhamdulillah kami sangat bersyukur bisa pulang. Terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu, terutama Pak Gubernur Jawa Barat, Pak Bupati dan Pak Kapolres yang sudah memfasilitasi sehingga kami bisa kembali ke Sumedang dengan selamat dan berkumpul lagi dengan keluarga,” kata Dedi.””

Enceng Syarif Hidayat

Enceng Syarif Hidayat adalah seorang jurnalis yang aktif liputan di Sumedang, Jawa Barat. Enceng mengawali karirnya di dunia jurnalistik dimedia lokal online Sumedang. Liputan utamanya di wilayah Barat Sumedang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button