AgamaPendidikanPeristiwa
Bencana di Sumedang, Abuya Ajak Umat Islam Berdzikir Minta Perlindungan Allah dan Rasulullah
FAJARNUSANTARA.COM- Kabupaten Sumedang diguncang musibah gempa sebanyak empat kali, menimbulkan keprihatinan yang mendalam. Senin 1 Januari 2024.
Pimpinan Ponpes Asy-Syifaa Wal Mahmudiyyah, Abuya KH Muhyiddin Abdul Qadir Al-Manafi MA, menyatakan bahwa gempa ini harus dianggap sebagai peringatan dari Allah.
Menurut Abuya, gempa bukan sekadar bencana alam, melainkan tanda kehendak Ilahi.
Ia menekankan pentingnya membaca ayat kursi, bismillah, dzikir laqod jaakum, dan surat al-qodr sebagai bentuk perlindungan dari musibah.
“Musibah ini tidak akan menimpa suatu kaum kecuali karena kaumnya itu sendiri. Oleh karena itu, Buya mengajak umat Islam untuk tidak lupa kepada Allah dan Rasulullah, terutama di malam tahun baru,” ujar Abuya saat ceramah doa bersama taun baru di Masjid Agung Sumedang pada Minggu (31/12) malam.
Abuya menyoroti pengajian dan dzikir di malam tahun baru, berharap dapat menyadarkan umat Islam akan pentingnya mengingat Allah dan menjauhkan diri dari perilaku yang menyimpang.
“Dengan kembali kepada Allah, umat Islam dapat mendapatkan keselamatan, keberuntungan, kebahagiaan, dan kemuliaan,” katanya.
Meskipun tidak terlibat dalam petasan dan perayaan, Abuya menegaskan bahwa perhatiannya terfokus pada keselamatan umat.
“Buya mengajak umat Islam untuk bersama-sama berdoa, bersyukur, bertaubat, dan beristighfar, serta tidak menunggu musibah lebih besar sebagai peringatan dari Allah,” tandasnya.***