FAJARNUSANTARA.COM- Memasuki musim penghujan, Yayasan Incu Buyut Peduli Jatinangor (Ibu Djati) kembali menggelar aksi rutinnya dengan menanam pohon. Kegiatan kali ini dilakukan di sepanjang pinggiran jalan Tol Cisumdawu, wilayah Jatinangor, pada Sabtu (28/12/2024).
Ketua Yayasan Ibu Djati, Dadang Mulyadi, mengungkapkan bahwa penanaman pohon menjadi agenda tahunan untuk mengurangi risiko bencana alam, terutama di kawasan kritis seperti Jatinangor.
“Kegiatan ini adalah rutinitas kami saat musim penghujan tiba. Kadang-kadang kami juga bekerja sama dengan pemerintah desa di wilayah-wilayah yang ingin ditanami pohon,” ujar Dadang.
Pria yang akrab disapa Dadang Bendo ini menjelaskan bahwa aksi kali ini dilaksanakan secara mandiri oleh Yayasan Ibu Djati tanpa melibatkan kelompok lain. Biasanya, pihaknya kerap berkolaborasi dengan komunitas Gelap Nyawang Nusantara (GNN).
“Kali ini kami bergerak sendiri karena fokusnya hanya di sekitar Jatinangor. Semua dilakukan secara sukarela demi mencegah bencana di wilayah ini,” katanya.
Dadang menegaskan, aksi menanam pohon bukan sekadar seremonial, melainkan langkah nyata untuk menjaga lingkungan hidup. Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi generasi mendatang.
“Kita bergerak tulus demi lingkungan. Jangan hanya berbicara, tapi langsung terjun ke lapangan. Kalau ada dukungan dari warga atau pemerintah, itu akan sangat membantu,” tegasnya.
Dalam kegiatan kali ini, Yayasan Ibu Djati menargetkan penanaman seribu pohon. Dadang juga menyerahkan tanggung jawab pemeliharaan kepada warga sekitar agar pohon-pohon tersebut dapat tumbuh optimal.
“Kalau ada yang merawat, pohon-pohon ini akan tumbuh besar dan melindungi kita dari potensi bencana. Tantangan kita adalah menjaga agar tidak ada yang merusak,” pungkasnya.
Aksi ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya sinergi antara komunitas dan pemerintah dalam menjaga kelestarian alam, terutama di wilayah-wilayah yang rawan bencana.**







