Jarang Muncul Di Publik, Langga Kusumah Sampaikan Pesan Perpisahan
FAJARNUSANTARA.COM— Langga Kusumah sampaikan pesan perpisahan kepada masyarakat Sumedang. Ia berencana pergi ke tempat yang secara akses komunikasi pribadi terbatas, mulai 1 Januari 2027 karena urusan pekerjaan dan keluarga. Pesan tersebut disampaikan dari kediamannya di Tanjungmedar, Sumedang, Sabtu (10/8/2026).
Langga, yang pernah menjabat Ketua Majelis Pendayagunaan Wakaf Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sumedang, menyampaikan terima kasih kepada kedua orang tua, saudara, keluarga, tetangga, teman, rekan kerja, dan pelanggan, khususnya di Tanjungmedar, Surian, Situraja, Tanjungkerta, serta masyarakat Sumedang pada umumnya.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada keluarga besar Muhammadiyah, PKS, PT PLN Icon Plus, Lariba, Al Hilal, serta berbagai organisasi dan perusahaan yang pernah menjadi bagian dari kegiatannya.
“Atas segala doa dan dukungan yang diberikan, hanya doa yang dapat saya balas. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kemudahan, keberkahan, dan kelancaran dalam setiap perjuangan mewujudkan harapan-harapan yang dikehendaki,” ujar Langga.
Selain menyampaikan terima kasih, Langga juga memohon maaf atas kesalahan dan dan kekhilafan yang pasti pernah dilakukan yang menimbulkan kerugian, baik secara materi maupun moril. Ia membuka ruang diskusi dan mediasi serta menyatakan siap bertanggung jawab atas persoalan yang masih perlu diselesaikan.
Terkait rencana kepergiannya, Langga meminta agar seluruh urusan utang-piutang diselesaikan sebelum 2027. Ia mengatakan kewajibannya kepada pihak lain dapat berupa utang materi, janji yang belum ditepati, hingga utang budi.
Langga meminta pihak yang merasa masih memiliki tagihan atau hak yang belum dipenuhinya untuk segera menghubunginya. Ia menyatakan berkomitmen menyelesaikan seluruh kewajibannya, namun membuka opsi penyelesaian secara kekeluargaan jika terdapat keterbatasan finansial.
“Niat utama saya adalah melunasi seluruh kewajiban. Jika terdapat keterbatasan finansial, saya terbuka untuk mencari solusi alternatif secara kekeluargaan,” katanya.
Di sisi lain, Langga meminta pihak yang masih memiliki utang kepadanya agar segera menyelesaikan kewajibannya sebelum 2027. Ia tetap membuka komunikasi bagi pihak yang mengalami kesulitan dan belum mampu membayar.
Langga menyebut permintaan tersebut sebagai upaya terakhir untuk menyelesaikan piutang sebelum dirinya pergi.
Apabila hingga batas waktu yang ditentukan kewajiban tersebut belum diselesaikan, Langga menyatakan akan melepaskan tuntutan duniawinya dan menyerahkan pertanggungjawabannya kepada Allah SWT.
“Jika hingga batas waktu belum juga terselesaikan, dengan ikhlas saya lepaskan tuntutan duniawi dan menyerahkan pertanggungjawabannya sepenuhnya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala di akhirat kelak,” ujarnya.***







