Bupati Dony Ajak Warga Wujudkan Cinta Rasul dalam Maulid Akbar Asy-Syifaa
FAJARNUSANTARA.COM– Pelataran Pesantren Islam Internasional Terpadu Asy-Syifaa Wal Mahmuudiyyah dipadati jamaah dari berbagai wilayah saat peringatan Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW sekaligus doa bersama HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Minggu (6/9/2026).
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir yang hadir dalam kegiatan tersebut mengajak umat Islam menjadikan momentum Maulid Nabi sebagai dorongan untuk memperbaiki diri dan meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
“Perubahan itu harus dimulai dari konsep hati yang baik, pikiran yang husnudzon, kata-kata yang membangun hingga perbuatan yang baik,” ujar Dony.
Menurut Dony, kecintaan kepada Rasulullah SAW tidak cukup hanya diwujudkan melalui ucapan. Kecintaan tersebut harus tercermin dalam perilaku, seperti menjunjung kejujuran, kasih sayang, persaudaraan, serta menjaga amanah.
“Sebagai pemimpin daerah saya harus amanah, ulama harus amanah, santri amanah, semuanya harus amanah. Sebaik-baiknya manusia adalah yang memberikan manfaat bagi manusia lainnya,” katanya.
Dony mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan keteladanan Rasulullah SAW sebagai energi untuk membangun Kabupaten Sumedang melalui penguatan iman, ilmu, akhlak, persaudaraan, dan gotong royong.
“Mari jadikan kecintaan kepada Rasulullah SAW sebagai energi dan kekuatan untuk membangun Kabupaten Sumedang dengan iman, ilmu, akhlak, persaudaraan, dan gotong royong,” ucapnya.
Ia menilai pembangunan daerah tidak hanya membutuhkan kekuatan ekonomi, tetapi juga fondasi spiritual dan akhlak yang kuat. Karena itu, menurut dia, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, ulama, pesantren, dan masyarakat.
“Kolaborasi yang solid antara pemerintah yang bekerja, ulama yang membimbing, pesantren yang mendidik, serta masyarakat yang bergerak akan melahirkan Sumedang yang kuat,” ujar Dony.
Dalam kesempatan itu, Dony juga menyampaikan apresiasi kepada Abuya KH Muhyiddin atas arahan dan bimbingan yang diberikan kepada pemerintah serta masyarakat.
“Kami pesantrenkan mulai dari bupati, Forkopimda, TNI, Polri, para kepala dinas, camat, kepala desa, hingga wartawan di tempat ini. Kami mengucapkan terima kasih atas arahan dan bimbingan dari Abuya KH Muhyiddin,” tuturnya.
Dony mengatakan nilai-nilai agama dan Al-Qur’an menjadi salah satu pijakan Pemerintah Kabupaten Sumedang dalam merumuskan kebijakan sosial. Implementasinya antara lain diwujudkan melalui bantuan untuk panti asuhan serta program Rantang Simpati.
Program Rantang Simpati memberikan makanan kepada lansia sebatang kara sebanyak dua kali sehari.
“Di Sumedang, kami mengimplementasikan nilai-nilai tersebut melalui kebijakan bantuan panti asuhan dan program Rantang Simpati, yaitu memberikan makan bagi setiap lansia sebatang kara sehari dua kali,” kata Dony.
Menurut dia, kebijakan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan, sekaligus penerapan nilai agama dalam kehidupan sosial.
“Inilah kebijakan yang dilandasi nilai agama untuk menyayangi anak yatim dan memberi makan orang miskin,” tegasnya.**







