Karang Taruna Tupas Tanjungkerta Pasang 100 Titik PJU, Tanpa Gunakan Dana Desa
FAJARNUSANTARA.COM – Karang Taruna Tupas memasang 100 titik Penerangan Jalan Umum (PJU) di Dusun Pangaroan, Desa Cipanas, Kecamatan Tanjungkerta, Kabupaten Sumedang, Ahad, 1 Maret 2026. Organisasi kepemudaan ini membiayai seluruh program sosial investasi tersebut dari saldo kas internal tanpa menggunakan dana desa.
Ketua Karang Taruna Tupas, Utep Hidayat, mengatakan pemasangan PJU itu menjadi bentuk kepedulian pemuda terhadap keamanan dan kenyamanan warga. Ia menegaskan, organisasinya sengaja tidak mengajukan bantuan anggaran dari pemerintah desa.
“Alhamdulillah, kegiatan ini murni dari anggaran Karang Taruna Tupas dan didukung oleh salah satu putra daerah di lingkungan kami. Kami tidak meminta dana dari anggaran desa. Ini bentuk komitmen kami untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” kata Utep saat ditemui di lokasi kegiatan, Ahad, 1 Maret 2026.
Sebanyak 100 titik lampu dipasang di sejumlah jalur strategis yang selama ini minim penerangan. Lokasi pemasangan meliputi akses jalan lingkungan, jalur penghubung antar-RT, serta titik rawan yang kerap dikeluhkan warga karena gelap pada malam hari.
Menurut Utep, program ini bertujuan meminimalisir risiko kecelakaan serta potensi gangguan keamanan. Ia menilai penerangan jalan merupakan kebutuhan mendasar yang berdampak langsung pada aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.
“Dengan penerangan yang memadai, warga bisa lebih leluasa beraktivitas pada malam hari. Anak-anak yang mengaji atau belajar kelompok juga merasa lebih aman saat pulang,” ujarnya.
Program sosial investasi tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Sejumlah warga menilai langkah Karang Taruna Tupas sebagai inovasi positif organisasi kepemudaan yang mampu bergerak mandiri dan berkelanjutan.
Utep memastikan, kegiatan ini bukan yang terakhir. Karang Taruna Tupas, kata dia, akan terus menghadirkan program berbasis kebutuhan warga dengan mengedepankan semangat gotong royong.
“Kami ingin membuktikan bahwa pemuda bisa menjadi motor penggerak perubahan di desa. Selama ada kebersamaan dan kemauan, kami optimistis bisa terus berbuat untuk lingkungan,” tutur dia.**







