Cuaca dan Cukai Ilegal Bikin Petani Tembakau Meradang
FAJARNUSANTARA.COM- Pemerintah Kabupaten Sumedang menyalurkan bantuan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk petani tembakau di Kecamatan Sukasari. Tahun ini, sebanyak 26 hingga 27 persen petani tembakau di wilayah tersebut berhak mendapatkan bantuan.
“Khusus tahun ini, bantuan tidak diberikan kepada petani yang sudah menerima. Jadi yang berhak di Sukasari sekitar 26-27 persen,” kata Kepala UPTD Pertanian dan Ketahanan Pangan (PKP) Sukasari, Selasa, 30 September 2025.

Menurutnya, bantuan DBHCHT di Sukasari juga terbantu oleh alokasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Bentuk bantuan yang sudah disalurkan antara lain sarana produksi seperti pupuk, obat-obatan, alat pascapanen, mesin rajang, hingga sarana pengeringan.
“Namun untuk pembangunan infrastruktur, sampai saat ini memang belum bisa disalurkan,” ujarnya.
Selain bantuan fisik, pemerintah gencar memberikan pelatihan kelembagaan bagi petani tembakau. Pelatihan tersebut menyasar seluruh kelompok tani tembakau di Sumedang yang berjumlah 254 kelompok.
Meski demikian, petani masih menghadapi tantangan besar. Cuaca tidak menentu membuat kualitas tembakau turun drastis dan harga ikut merosot.
“Yang paling berat adalah adanya cukai ilegal. Itu membuat para petani tembakau cukup meradang,” kata Kepala UPTD PKP Sukasari.
Ia menambahkan, kebutuhan paling mendesak bagi petani adalah sarana produksi yang memadai. Musim hujan menjadi periode tersulit karena harga tembakau cenderung jatuh.
Sebagai solusi, pemerintah mencoba menerapkan sistem green house atau rumah pengering untuk mengurangi gagal panen.
“Walaupun belum maksimal, setidaknya bisa mengurangi kerugian meski kualitasnya belum bisa dipastikan,” katanya.
Lebih jauh, ia tengah mengupayakan hadirnya laboratorium khusus di Sumedang untuk menilai klasifikasi tembakau.
“Bukan hanya soal menambah luas lahan, tapi kualitas tembakau juga harus diperhatikan. Dengan adanya laboratorium, kita bisa memastikan standar kualitas tembakau dari Sumedang,” ujarnya.**







