FAJARNUSANTARA.COM– Tanah ambrol di wilayah Dusun Cijambu, Desa Kadakajaha, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, kembali menjadi sorotan. Kondisi jalan yang tergerus sejak lima tahun lalu itu dinilai sangat membahayakan pengguna jalan dan harus segera ditangani pemerintah daerah.
Rahmat Juliadi, anggota DPRD Sumedang dari Fraksi PKS, menilai Pemda Sumedang lamban mengambil langkah. Ia mengungkapkan persoalan tersebut sudah berulang kali disampaikan baik dalam sidang paripurna maupun melalui kunjungan lapangan. Rabu 20 Agustus 2025.
“Pemda Sumedang sangat lamban, padahal ini longsor sudah hampir lima tahun. Sudah ditinjau oleh PJ bupati Herman, PJ bupati Yudia Ramli, Dinas PU, BPBD, bahkan sudah saya sampaikan secara formal dalam sidang paripurna. Tapi sampai sekarang tidak ada respon,” kata Rahmat kepada wartawan, Rabu, 20 Agustus 2025.
Menurut Rahmat, hingga kini tidak ada pengalokasian anggaran perbaikan baik dalam APBD 2024, APBD 2025, maupun APBD Perubahan 2025. Padahal, jalan tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan Kecamatan Tanjungsari dengan Rancakalong dan Sukasari.
“Lokasi ini juga kawasan wisata alam dan sentra pertanian. Warga mayoritas petani yang membawa hasil pertaniannya ke Tanjungsari maupun Bandung. Seharusnya ini jadi prioritas,” ujar dia.
Rahmat mengaku kecewa karena upaya advokasinya sebagai wakil rakyat tidak membuahkan hasil.
“Saya sebagai anggota DPRD paling senior di Dapil 6 merasa malu. Sudah berusaha mengadvokasi semaksimal mungkin, tapi tidak direspon Pemda,” ucapnya.
Ia juga menekankan bahwa penanganan ambrolnya jalan seharusnya ditangani langsung oleh Dinas PU, bukan hanya sebatas asesmen oleh BPBD.
“Jangan BPBD yang datang melakukan asesmen. Harusnya pihak PU Pemda Sumedang turun tangan,” kata Rahmat.**







