Site icon Fajar Nusantara

Wagub Jabar Tegaskan Komitmen Jawa Barat Inklusif dalam Peringatan Hari Disabilitas Internasional dan Hari Ibu 2025

Foto: Istimewa

FAJARNUSANTARA.COM. – Wakil Gubernur Jawa Barat menegaskan komitmen pemerintah provinsi dalam membangun Jawa Barat yang inklusif, ramah disabilitas, dan berkeadilan sosial. Penegasan itu ia sampaikan dalam peringatan Hari Disabilitas Internasional dan Hari Ibu 2025 yang digelar Yayasan Asih Bumi Insani.

Kegiatan peringatan Hari Disabilitas Internasional dan Hari Ibu 2025 menjadi momentum kemanusiaan yang menekankan pentingnya empati, penghormatan, dan kebersamaan. Acara ini diinisiasi Yayasan Asih Bumi Insani sebagai bentuk kepedulian terhadap penyandang disabilitas dan peran strategis ibu dalam kehidupan sosial dan pembangunan.

Wakil Gubernur Jawa Barat membuka sambutannya dengan menekankan nilai syukur dan makna kebersamaan dalam kegiatan tersebut. Ia menyebut peringatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ajakan untuk membangun kesadaran kolektif.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Jawa Barat mengapresiasi peran Yayasan Asih Bumi Insani yang dinilainya konsisten menghadirkan kegiatan sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Yayasan Asih Bumi Insani atas inisiatif dan konsistensinya dalam menghadirkan kegiatan sosial yang nyata dan berdampak,” kata Wakil Gubernur Jawa Barat.

Ia menegaskan bahwa tema kegiatan “Merangkul Disabilitas, Menghormati Ibu – Bergerak Bersama untuk Kemanusiaan” mencerminkan nilai luhur yang harus diwujudkan dalam tindakan konkret.

Menurutnya, peringatan Hari Disabilitas Internasional menjadi pengingat bahwa penyandang disabilitas memiliki hak yang sama dalam pembangunan. Ia menolak pandangan yang menempatkan disabilitas sebagai objek belas kasihan.

“Penyandang disabilitas bukanlah objek belas kasihan, melainkan subjek pembangunan yang memiliki potensi, kreativitas, dan kontribusi besar bagi masyarakat,” ujarnya.

Wakil Gubernur juga menyoroti peran ibu, khususnya ibu-ibu tangguh yang mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus dengan ketulusan dan kesabaran luar biasa. Ia menyebut peringatan Hari Ibu sebagai refleksi atas peran strategis perempuan dalam membentuk karakter generasi bangsa.

Berbagai rangkaian kegiatan sosial digelar dalam acara ini, mulai dari pemasangan kaki palsu gratis, unjuk seni penyandang disabilitas, pameran UMKM difabel, hingga pemberian penghargaan bagi ibu hebat. Menurut Wagub, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa kepedulian sosial dapat diwujudkan secara bermartabat dan memberdayakan.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat, kata dia, berkomitmen mendorong terwujudnya daerah yang inklusif dan adil secara sosial. Namun, komitmen itu tidak dapat berjalan sendiri tanpa kolaborasi lintas sektor.

“Komitmen ini hanya dapat terwujud melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah, lembaga sosial, dunia pendidikan, dan masyarakat,” ucapnya.

Ia berharap kegiatan ini mampu menjadi pemantik gerakan bersama, bukan berhenti pada seremoni semata.

Wakil Gubernur Jawa Barat menutup sambutannya dengan mengajak seluruh pihak untuk terus merangkul, menghormati, dan menguatkan satu sama lain, khususnya penyandang disabilitas dan para ibu yang telah berjuang bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya.

“Semoga apa yang kita lakukan hari ini menjadi amal kebaikan dan membawa manfaat nyata bagi sesama,” katanya.**

Exit mobile version