FAJARNUSANTARA.COM – Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila menutup secara resmi Penataran Pelatih Tingkat Lanjut KONI Kabupaten Sumedang Tahun 2026 di Pondokan Hanjuang Hegar, Rabu (7/6/2026). Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa penataran bukan akhir dari proses belajar, melainkan awal tanggung jawab besar untuk meningkatkan kualitas pembinaan atlet menghadapi persaingan olahraga yang semakin kompetitif.
Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila meminta para pelatih olahraga terus meningkatkan kompetensi dan kemampuan berinovasi setelah mengikuti Penataran Pelatih Tingkat Lanjut KONI Kabupaten Sumedang Tahun 2026.
Menurut Fajar, peningkatan kualitas pelatih merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan masa depan prestasi olahraga Kabupaten Sumedang. Ia mengapresiasi KONI Kabupaten Sumedang, para narasumber, instruktur, dan seluruh peserta yang mengikuti kegiatan dengan penuh semangat.
Ia mengatakan tantangan dunia olahraga saat ini semakin berat sehingga prestasi tidak cukup mengandalkan semangat bertanding semata. Pembinaan harus ditopang oleh pelatih yang kompeten dan metode latihan yang tepat.
“Jadilah pelatih yang tidak pernah berhenti belajar, tidak cepat puas dengan pencapaian yang ada, dan selalu menghadirkan inovasi dalam proses pembinaan atlet,” kata Fajar.
Fajar juga mengingatkan bahwa keberhasilan Kabupaten Sumedang pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026 ditentukan oleh proses pembinaan yang dilakukan sejak sekarang, bukan hanya saat pertandingan berlangsung.
Ia menilai kehadiran 84 pelatih dari 42 cabang olahraga dalam penataran tersebut menjadi modal besar untuk memperkuat sistem pembinaan atlet sekaligus meningkatkan daya saing olahraga daerah.
“Kehadiran 84 pelatih dari 42 cabang olahraga dalam penataran ini menjadi modal besar untuk memperkuat pembinaan atlet dan meningkatkan daya saing olahraga daerah,” ujarnya.
Fajar mengajak seluruh insan olahraga menjaga kolaborasi dan semangat kebersamaan agar prestasi olahraga menjadi kebanggaan masyarakat Sumedang.
Menurutnya, peran pelatih jauh melampaui penguasaan teknik karena mereka juga bertanggung jawab membentuk karakter dan disiplin atlet.
“Pelatih bukan sekadar pengajar teknik, tetapi pembentuk karakter, penanam disiplin, dan pencetak generasi juara. Karena itu, keberhasilan seorang atlet sesungguhnya berawal dari ketulusan dan dedikasi seorang pelatih,” pungkasnya.
Penataran yang telah berakhir itu diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembinaan di masing-masing cabang olahraga. Ilmu yang diperoleh para peserta diharapkan dapat diterapkan secara optimal sehingga melahirkan atlet berprestasi dan mengharumkan nama Kabupaten Sumedang pada berbagai ajang kompetisi.**
