Site icon Fajar Nusantara

Pancasila Jadi Jangkar di Tengah Krisis Global, Erwan: Jangan Biarkan Pancasila Mati

Foto: Istimewa

FAJARNUSANTARA.COM – Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menegaskan pentingnya menjaga dan menghidupkan nilai-nilai Pancasila di tengah perubahan zaman yang semakin kompleks. Hal itu ia sampaikan saat menjadi pembina upacara dalam Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 Tingkat Provinsi Jawa Barat di Lapangan Wirotama Pussenif, Kota Bandung.

Dalam sambutannya, Erwan menjelaskan bahwa tema peringatan tahun ini, yaitu “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, memiliki makna strategis bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Tema yang diusung dalam Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 adalah ‘Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia’. Tema ini menegaskan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia, tetapi juga menjadi jawaban bagi terciptanya perdamaian dunia yang abadi,” ujar Erwan.

Menurut Erwan, Pancasila telah terbukti menjadi pedoman bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan, mulai dari ketidakpastian ekonomi global, ancaman perpecahan sosial, perkembangan teknologi yang cepat, hingga dinamika geopolitik internasional.

Ia menilai keberhasilan Indonesia menjaga persatuan di tengah keberagaman menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai Pancasila masih relevan dan mampu menjawab berbagai persoalan kebangsaan.

“Pancasila adalah jangkar moral kita dalam menghadapi turbulensi global. Dengan lebih dari 17 ribu pulau dan ratusan etnik, Indonesia menjadi contoh nyata bahwa keberagaman dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan,” katanya.

Erwan juga menegaskan bahwa Indonesia memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas dan perdamaian dunia.

Ia mengingatkan bahwa amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 menempatkan Indonesia sebagai bangsa yang ikut bertanggung jawab dalam menciptakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

“Pancasila adalah fondasi dari kebijakan luar negeri kita yang bebas aktif,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa nilai musyawarah dan mufakat yang terkandung dalam Pancasila dapat menjadi instrumen diplomasi untuk menjembatani perbedaan dan menyelesaikan konflik antarnegara.

“Kontribusi pasukan perdamaian Indonesia di bawah bendera PBB, peran Indonesia dalam mediasi konflik regional, serta konsistensi dalam menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa terjajah merupakan pengejawantahan sila kedua, yaitu Kemanusiaan yang Adil dan Beradab,” tuturnya.

Selain menyoroti isu kebangsaan dan perdamaian dunia, Erwan juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi, pembangunan ekonomi, dan nilai moral. Menurut dia, generasi muda harus menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology) yang diterapkan dalam tindakan sehari-hari.

“Jangan biarkan nilai-nilai luhur Pancasila hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau sekadar teks dalam buku sejarah. Pancasila harus hadir dalam setiap tindakan dan keputusan kita,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa setiap kebijakan publik harus berpihak kepada keadilan sosial, menjamin hak-hak masyarakat, dan memberikan perlindungan kepada kelompok yang membutuhkan.

Di akhir sambutannya, Erwan mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat komitmen kebangsaan serta menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia merupakan bangsa yang menjunjung tinggi nilai religiusitas, persatuan, dan kemanusiaan.

“Mari kita teguhkan kembali komitmen kebangsaan. Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas, semangat persatuan, dan nilai-nilai kemanusiaan. Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi anak bangsa,” pungkasnya.

Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 menjadi momentum untuk meneguhkan kembali komitmen terhadap nilai-nilai dasar bangsa.

Melalui sambutannya, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menekankan bahwa Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai pemersatu bangsa, tetapi juga menjadi landasan moral dalam menghadapi tantangan global serta berkontribusi mewujudkan perdamaian dunia.

Oleh karena itu, pengamalan nilai-nilai Pancasila perlu terus diperkuat dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.***

Exit mobile version