FAJARNUSANTARA.COM – Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menerima kunjungan jajaran Dewan Pengurus Cabang (DPC) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Sumedang di ruang kerjanya, Rabu, 23 Juli 2025. Pertemuan tersebut membahas penguatan komunikasi antara petani dan pemerintah serta sejumlah isu strategis di sektor pertanian.
Ketua DPC HKTI Sumedang, Dr.Dudi Supardi, menyatakan kunjungan ini menjadi momentum penting untuk menyampaikan aspirasi petani dan menjajaki kerja sama dalam hal pemberdayaan serta peningkatan kapasitas bertani.
“Alhamdulillah hari ini kita bisa bersilaturahmi dengan Bapak Bupati. Kami menyampaikan kondisi dan aspirasi petani di Sumedang, serta gagasan-gagasan yang sudah kami rumuskan melalui kajian laboratorium kami,” ujar Dudi.
Ia menjelaskan, HKTI Sumedang telah memiliki laboratorium sendiri yang digunakan untuk mendukung berbagai penelitian terkait teknik pertanian. Dudi berharap hasil kajian tersebut bisa terintegrasi dengan program Pemkab Sumedang.
“Yang tak kalah penting adalah menjalin komunikasi dan koordinasi yang lebih erat antara HKTI dan Pemerintah Daerah,” tambahnya.
Bupati Dony Ahmad Munir menyambut baik inisiatif tersebut dan menilai konsep yang dibawa HKTI menunjukkan kedewasaan dalam berpikir strategis untuk masa depan pertanian di Sumedang.
“Konsep-konsep yang disampaikan HKTI sudah matang. Akan lebih baik jika ini disinergikan dengan program yang sudah ada di Pemda Sumedang,” katanya.
Menurut Dony, pertanian merupakan prioritas utama dalam pembangunan daerah. Ia menyebut Sumedang sebagai wilayah agraris yang memiliki ekosistem pertanian yang kuat dan menjadi penyumbang besar bagi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
“Sektor pertanian menyumbang 19 persen terhadap PDRB Sumedang, tertinggi kedua setelah industri pengolahan. Ini sektor unggulan yang menyerap banyak tenaga kerja,” jelas Dony.
Namun demikian, ia menyoroti fakta bahwa kemiskinan di Sumedang masih banyak ditemukan di kalangan buruh tani, terutama mereka yang tinggal di pedesaan sekitar kawasan hutan dan tidak memiliki lahan garapan sendiri.
“Mereka punya keahlian bertani, tapi tidak punya lahan. Ini akar masalah yang harus kita tuntaskan. Saya harap HKTI bisa turut membantu memberdayakan buruh tani ini,” tegasnya.
Bupati juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi petani dalam menciptakan solusi jangka panjang yang berkelanjutan di sektor pertanian.**
