Site icon Fajar Nusantara

Dishub Sumedang Prioritaskan Penanganan Lalu Lintas Jatinangor

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sumedang Herman Suwandi didampingi Jajarannya, saat mantau Arus Lalulintas Jatinangor, (Foto: Istimewa)

FAJARNUSANTARA.COM – Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sumedang Herman Suwandi mengatakan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang melalui Dinas Perhubungan mulai memprioritaskan pembangunan dan penataan fasilitas lalu lintas di kawasan Jatinangor pada 2026. Langkah itu dilakukan untuk mengurangi kemacetan dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

Herman mengatakan dari total rencana pemasangan 341 titik fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU) di Kabupaten Sumedang, sekitar 100 titik di antaranya akan dipasang di kawasan Jatinangor.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sumedang saat memantau Arus Lalin Jatinangor

“Untuk pemasangan titik baru di tahun 2026, dari 341 titik, untuk kawasan Jatinangor kurang lebih 100 titik. Jadi sudah sepertiganya dipasang untuk prioritas di kawasan Jatinangor,” kata Herman.

Selain pemasangan fasilitas baru, Dishub Sumedang juga menerima berbagai aspirasi masyarakat terkait perbaikan sarana lalu lintas. Menurut Herman, sejumlah usulan perbaikan akan segera ditindaklanjuti secara bertahap sesuai kebutuhan di lapangan.

Dishub juga memberi perhatian terhadap persoalan kemacetan yang kerap terjadi di sejumlah titik, terutama akibat aktivitas kendaraan travel dan angkutan di kawasan padat lalu lintas. Pengawasan dan penertiban akan diperkuat agar arus kendaraan lebih tertata.

“Kami akan terus memantau supaya bisa lebih tertib,” ujarnya.

Di sisi lain, Dishub Sumedang tengah menyiapkan rekayasa lalu lintas di kawasan Desa Sayang, khususnya Jalan Caringin yang direncanakan menjadi jalur satu arah. Rekayasa tersebut dilakukan berdasarkan arahan Bupati Sumedang dan akan dikoordinasikan bersama Forkopimcam Jatinangor serta Polres Sumedang.

“Insya Allah kami akan melaksanakan rekayasa lalu lintas sesuai dengan apa yang sudah kami terima perintah dari Bupati Sumedang,” kata Herman.

Menurut dia, rekayasa lalu lintas diperlukan untuk meningkatkan keselamatan dan mengurai kepadatan kendaraan di kawasan pendidikan tersebut. Jatinangor dinilai memiliki mobilitas tinggi karena menjadi pusat aktivitas mahasiswa, pekerja, dan masyarakat umum.

Untuk mendukung kelancaran arus kendaraan, Dishub Sumedang juga menugaskan empat personel setiap hari di wilayah Jatinangor. Mereka bertugas membantu pengaturan lalu lintas selama jam kerja dan menyesuaikan kebutuhan situasi di lapangan.

“Kami menugaskan setiap hari empat orang personel untuk membantu kelancaran lalu lintas di Kecamatan Jatinangor,” ujar Herman. Selasa 19 Mei 2026.

Ia menambahkan, penempatan personel dapat disesuaikan apabila terdapat kebutuhan kegiatan lain di tingkat kabupaten. Namun selama kondisi lalu lintas di Jatinangor masih kondusif, petugas akan tetap difokuskan untuk membantu pengaturan di kawasan tersebut.

Herman berharap program yang telah direncanakan pemerintah daerah dapat memberikan dampak terhadap kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus meningkatkan keselamatan berlalu lintas di Kabupaten Sumedang, khususnya di Kecamatan Jatinangor.**

Exit mobile version