Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menyebutkan, penyelenggaraan MTQ ke -37 Tingkat Provinsi Jawa Barat yang rencananya akan diselenggarakan selama 7 hari di Kabupaten Sumedang, pada 21-28 Mei 2022 berpotensi untuk mengangkat potensi daerah.
“Menjadi momen penting bagi Kabupaten Sumedang, setidaknya penyelenggaraan selama 7 hari tersebut selain harus berjalan lancar dan sukses, juga menjadi momen strategis untuk dapat dimanfaatkan dampak positifnya dalam berbagai bidang,” tutur Dony seperti rilis yang diterima Fajar Nusantara, Minggu (20/2).
Ia menjelaskan, MTQ bukan hanya perhelatan musabaqoh para peserta dari 27 kab/kota, namun sebagai syiar dan dakwah khususnya pada masa pandemi Covid-19.
“Sebagai Pribumi, Kabupaten Sumedang akan memperoleh peluang besar sebagai ajang promosi daerah yang efektif,” katanya.
Kehadiran para Kafilah yang berjumlah 2000 orang ditambah rombongannya dari berbagai kota/kab se-Jawa Barat, menurut Dony, harus dimaksimalkan untuk memperkenalkan potensi Kabupaten Sumedang, baik parawisata, kuliner, dan produk UMKM yang tentu akan memberikan dampak peningkatan perekonomian masyarakat dan pelaku usaha di Kabupaten Sumedang.
“Hal tersebut harus didukung kesiapan pemerintah dan masyarakat Sumedang untuk mengambil peluang tersebut,” tutur politikus PPP ini.
Ia juga berpesan kepada masyarakat untuk bisa menunjukan keramahtamahan (someah) kepada para tamu saat acara berlangsung.
Selain itu, masih kata Bupati, harus dipastikan juga kesiapan Hotel, Restoran dan fasilitas lainnya, juga kesiapan produk yang di tawarkan baik jasa maupun barang seperti kesiapan destinasi wisata itu sendiri.
Produk UMKM harus benar-benar disiapkan sehingga menjadi oleh-oleh yang berkesan baik kepada para tamu yang datang ke Sumedang.
“MTQ tentu bukan hanya hajat pemerintah, melainkan Hajat masyarakat Sumedang yang harus didukung agar dapat dimanfaatkan untuk kemajuan Kabupaten Sumedang terutama dalam peningkatan perekonomian masyarakat,” katanya.
Ia juga berharap, semoga pada Mei nanti, saat waktu pelaksanaannya kasus Covid-19 melandai atau sudah benar-benar tidak ada.
