DaerahHukumKesehatanPemerintahan

Sumedang Perkuat Antisipasi Abu Vulkanik dan Karhutla yang Melonjak 99 Persen

FAJARNUSANTARA.COM– Pemerintah Kabupaten Sumedang memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau sekaligus meningkatkan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang hingga 6 September 2026 telah mencapai 203 kejadian.

Dua isu tersebut menjadi perhatian dalam Rapat Koordinasi Forkopimda Kabupaten Sumedang yang digelar di Ruang Rapat Bupati, Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), Senin (7/9/2026).

Kepala Damkar Kabupaten Sumedang, Syarif Efendi Badar

Rakor melibatkan unsur Pemkab Sumedang, TNI, Polri, BMKG, BPBD, Perhutani, pemerintah kecamatan dan desa serta instansi terkait.

Kepala BPBD Sumedang Bambang Rianto menyampaikan, jumlah kejadian kebakaran hingga 6 September 2026 meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan sepanjang 2025.
Pada 2025 tercatat 104 kejadian kebakaran.

Sementara hingga 6 September 2026 sudah terjadi 203 kejadian, yang terdiri atas 143 kejadian kebakaran hutan dan lahan serta 60 kejadian kebakaran di kawasan non-hutan.

Kondisi tersebut membuat Pemkab Sumedang memperkuat langkah pencegahan, terutama melalui edukasi kepada masyarakat, patroli di kawasan rawan dan peningkatan kesiapan personel maupun peralatan pemadam.

Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir mengatakan penanganan Karhutla tidak boleh menunggu api membesar. Menurut dia, upaya pencegahan harus dilakukan sejak potensi kebakaran mulai terlihat.

“Kami akan lebih memasifkan edukasi kepada warga masyarakat untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan dan membakar lahan sembarangan,” ujar Dony.

Pemkab Sumedang juga mempertimbangkan pemanfaatan drone untuk membantu pemadaman di lokasi yang sulit dijangkau kendaraan pemadam. Selain itu, unsur TNI mengusulkan penyediaan APAR gendong di tingkat desa, terutama di wilayah yang memiliki akses sulit bagi mobil pemadam kebakaran.

Polres Sumedang turut menyoroti sejumlah kejadian kebakaran di sekitar koridor Tol Cisumdawu. Karena itu, pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan pengelola jalan tol untuk memasang imbauan larangan membuang puntung rokok sembarangan di sekitar gerbang tol.

Masyarakat yang melakukan pembakaran sisa tanaman setelah panen juga diminta meningkatkan pengawasan. Aktivitas pembakaran harus dipastikan benar-benar padam hingga tidak menyisakan api maupun bara.

“Damkar sudah disiapkan, baik milik Pemda maupun instansi vertikal. Setiap perusahaan juga diminta melakukan pemadaman jika terjadi, koordinasi dengan baik sehingga penanganannya bisa cepat,” kata Dony.

Kualitas Udara Dipantau Setiap Hari
Selain Karhutla, Pemkab Sumedang menyiapkan langkah antisipasi terhadap kemungkinan dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Bupati mengatakan pemerintah daerah telah menyiapkan mekanisme pemantauan kualitas udara secara berkala di sejumlah titik. Pemantauan dilakukan dengan memperhatikan partikulat halus dan sejumlah polutan utama lainnya.

Sejumlah lokasi yang menjadi titik pemantauan antara lain kawasan Pusat Pemerintahan Sumedang, Jembatan Timbang dan Kawasan Industri Tomo.
Hasil pemantauan akan menjadi dasar pemerintah dalam menentukan langkah perlindungan masyarakat apabila kualitas udara mengalami penurunan.

“Manakala membahayakan masyarakat, dihimbau memakai masker, kurangi aktivitas di luar rumah. Kemudian yang sensitif bisa menjaga dirinya di rumah,” ujar Dony.

Ia memastikan kondisi kualitas udara di Sumedang saat ini masih berada dalam kondisi aman. Aktivitas pendidikan dan pekerjaan masyarakat pun masih berjalan normal.

Namun, pemerintah akan menyesuaikan kebijakan apabila terjadi perubahan kualitas udara atau kondisi cuaca yang berpotensi berdampak terhadap kesehatan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang Tuti Ruswati mengatakan Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor 119/KS.01.01/DINKES tanggal 6 September 2026 dapat menjadi rujukan Pemkab Sumedang dalam menyusun langkah antisipasi.

Surat edaran tersebut mengatur kesiapsiagaan dan perlindungan kesehatan masyarakat Jawa Barat terhadap dampak erupsi dan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

“Ini pun ada Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor 119 tentang kesiapsiagaan dan perlindungan kesehatan masyarakat Jawa Barat terhadap dampak erupsi dan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Sekiranya ini pun bisa menjadi rujukan untuk membuat surat edaran dari Bupati Sumedang,” ujar Tuti.

Menurut Tuti, mitigasi perlu dilakukan secara lintas sektor. Tidak hanya sektor kesehatan, tetapi juga pendidikan, ruang terbuka, transportasi, keairan, pertanian, peternakan hingga perlindungan kelompok rentan.

Warga Diminta Tidak Panik
Dony mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas sumbernya. Pemerintah akan menyampaikan perkembangan kondisi udara dan potensi sebaran abu vulkanik melalui informasi resmi.

“Update terus informasi yang kami sampaikan sehingga kita bisa menjaga diri kita,” katanya.

Warga yang beraktivitas di luar ruangan dianjurkan menggunakan masker atau pelindung saluran pernapasan, terutama apabila terdapat asap, debu atau abu vulkanik. Aktivitas luar ruangan juga perlu dibatasi jika kualitas udara menurun.

Kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil dan masyarakat dengan gangguan pernapasan diminta lebih membatasi paparan. Warga yang mengalami batuk, sesak napas, iritasi mata atau keluhan kesehatan lainnya dianjurkan segera mengakses layanan kesehatan.

Selain perlindungan kesehatan, Pemkab Sumedang menyiapkan mitigasi lintas sektor untuk menghadapi kemungkinan dampak abu vulkanik.

Dony juga mengajak masyarakat tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Sebagai bagian dari ikhtiar pemerintah daerah, Pemkab Sumedang akan melaksanakan Salat Istisqa pada Selasa (8/9/2026) pukul 08.00 WIB hingga selesai di Lapang PPS Kabupaten Sumedang.**

Enceng Syarif Hidayat

Enceng Syarif Hidayat adalah seorang jurnalis yang aktif liputan di Sumedang, Jawa Barat. Enceng mengawali karirnya di dunia jurnalistik dimedia lokal online Sumedang. Liputan utamanya di wilayah Barat Sumedang.
Back to top button